PWNU Jatim Usulkan Pemilihan Ketua Tanfidziyah Semua Tingkatan Pakai Sistem AHWA di Muktamar Ke-34 NU

PWNU Jatim Usulkan Pemilihan Ketua Tanfidziyah Semua Tingkatan Pakai Sistem AHWA di Muktamar Ke-34 NU

PWNU Jatim mengusulkan agar pemilihan ketua Tanfidziah NU di semua tingkatan menggunakan sistem AHWA (ahlul halli wal aqdi) pada Muktamar ke-34 NU di Lampung. 

Usulan itu termaktub dalam keputusan komisi organisasi dalam Muskerwil di Ponpes Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, 28-30 November 2019.

"Selama 5 tahun berlakunya aturan ini (menggunakan sistem AHWA, Red), suasana pemilihan Rais Syuriyah berjalan dengan lanca, khidmat dan ditaati semua pihak. Tahapan ke depan Jawa Timur akan terus mengusulkan sistem dan proses pemilihan Ketua Tanfidziyah dengan model ahlul halli wal aqdi dalam Muktamar ke-34 (di Lampung, 22 Oktober) yang akan datang." Demikian nukilan hasil sidang komisi organisasi.

PWNU beralasan, usulan ini muncul karena beberapa hal. Salah satunya terkait pertimbangan PWNU Jawa Timur bahwa model pemilihan menggunakan sistem AHWA sudah menjadi Keputusan Konferensi Wilayah NU Jawa Timur tahun 2013 di Pondok Pesantren Progresif Bumi Sholawat, Lebo, Sidoarjo.

"Model pemilihan sistem AHWA yang sudah berlangsung selama 5 tahun ini berjalan kondusif tanpa mengurangi hak suara cabang, MWC atau ranting," tulis notulensi hasil sidang komisi.
Selain usulan itu. PWNU Jatim juga soal turan Konferensi Cabang NU yang diatur di pasal 79 ART NU. Sidang komisi melihat aturan itu ternyata masih menyisakan masalah yang belum 
tuntas dari aspek hukum organisasi. Yakni hak suara Ranting dalam Konferensi Cabang NU.

"Maka dalam perubahan ART NU pada Muktamar ke-34 Tahun 2020 yang akan datang, agar dipertimbangkan masuknya urusan ini pada pasal 79 ayat (5) dengan menambah anak kalimat “untuk meningkatkan Pembinaan dan Pengembangan Organisasi di daerah tertentu, maka Konferensi Cabang dapat dihadiri oleh Pengurus dengan hak suara."

Atas beberapa dasar itu, PWNU Jatim akan mengusulkan sistem AHWA dalam pemilihan ketua Tanfidziah NU di semua tingkatan. Mulai pengurus besar hingga pengurus ranting. Usulan yang dihasilkan dalam Muskerwil I itu akan dibawa dalam Muktamar ke-34 NU di Lampung pada Oktober mendatang. 

Sumber : Timesindonesia

Bagikan: