Pelapor Jafar Shodiq : Rasa Sakit Warga Banten Ada di Sini

Pelapor Jafar Shodiq : Rasa Sakit Warga Banten Ada di Sini

Rabithah Babad Kesultanan Banten mengadukan penceramah Jafar Shodiq bin Sholeh Alattas ke Bareskrim Polri karena dianggap melakukan penghinaan terhadap Wakil Presiden RI KH Ma'ruf Amin.

Laporan itu dibuat terkait pernyataan Shodiq yang menyebut kiai Ma'ruf 'babi' dalam sebuah ceramah/pidato yang viral di media sosial.

"Ini sudah sangat keterlaluan maka harus dilaporkan ke polisi, hari ini kita hadir melaporkan kasus itu," kata Agus Setiawan selaku kuasa hukum pelapor di Bareskrim Polri, Kamis (5/12).

Baca juga : Kiai Maruf Amin Maafkan Jafar Shodiq yang Mencaci dengan Sebutan Hewan

Kiai Ma'ruf sendiri sudah menyatakan memaafkan Shodiq terkait pernyataan tersebut. Namun, menurut Agus pernyataan Shodiq telah melukai hati masyarakat Banten sehingga perlu dilaporkan. Kiai Ma'ruf yang juga Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat itu memang dikenal berasal dari Banten.

"Ya itu beliau (Kiai Ma'ruf) mungkin khatam bener akhlak rasul sehingga langsung memaafkan, tapi rasa sakit masyarakat Banten tidak hanya dirasakan oleh kita yang ada di sini loh, semua, Pak Gubernur [Banten] juga sakit hatinya," ujar Agus Setiawan.

Disampaikan Agus, dalam laporan itu pihaknya turut membawa sejumlah barang bukti. Antara lain transkrip percakapan ceramah Shodiq, flashdisk berisi video dari Youtube, serta beberapa salinan berita media massa daring.

Baca juga : Jafar Shodiq bin Sholeh Alattas yang Diduga Hina Kiai Ma'ruf Amin Ditangkap Polisi

Aduan itu diterima kepolisian dengan nomor laporan LP/B/1021/XII/2019/BARESKRIM bertanggal 5 Desember.

Dalam laporan tersebut, pihak pelapor atas nama H. Imadududin Utsman, sedangkan pihak terlapor yakni Shodiq.

Pasal yang dilaporkan dalam laporan itu yakni tindak pidana penghinaan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP pasal 207 dan atau 310.

Shodiq sendiri saat ini disebut telah dibawa pihak kepolisian. Shodiq disebut ditangkap di kediamannya yang beralamat di Cimanggis, Depok, Rabu (4/12) dini hari.

Hal itu diungkapkan ketua RT di tempat Shodiq tinggal. Namun, tak diketahui pasti apa tujuan kepolisian membawa Shodiq.

"Kemarin pihak Polri datang ke rumah izin menanyakan untuk rumah Shodiq, setelah ketemu diskusi ke rumah saya dan dia diminta untuk dibawa ke kantor untuk dimintai keterangan," tutur ketua RT setempat, Witutu kepada CNNIndonesia.com, Kamis (5/12).

Sumber : CNN

Bagikan: