Orang Dekat Gus Dur: Ada yang Ingin ‘Ahok-kan’ Gus Muwafiq!

Orang Dekat Gus Dur: Ada yang Ingin ‘Ahok-kan’ Gus Muwafiq!

Orang dekat Gus Dur, Haji Masnuh ‘mencium’ ada pihak tertentu yang ingin meng-Ahok-kan Gus Muwafiq, sehingga buntut ceramahnya yang dianggap menistakan Nabi Muhammad Saw tersebut berlarut-larut.

“Ya, saya merasakan itu, dan pendapat saya ini memang ada yang sengaja untuk menjatuhkan, khususnya Gus Muwafiq dan umumnya kader-kader NU (Nahdlatul Ulama),” ujarnya, Senin (9/12/2019).

“Jangan dibesar-besarkan! Peristiwa Gus Muwafiq ini tidak bisa disamakan dengan peristiwanya Ahok,” tandas mantan Bandahara Umum PBNU di era Ketum Gus Dur tersebut.

Baca juga : Membela atau Memanfaatkan Nabi?

Sekadar mengingatkan, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sempat divonis dua tahun penjara, karena terbukti bersalah melakukan penodaan agama atas pernyataannya soal Surat Al-Maidah 51 ketika berkunjung ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu.

“Ini kan beda urusan! Kalau Ahok itu cuma baca-baca begitu saja, beda dengan apa yang diterangkan Gus Muwafiq. Beliau mubaligh, tahu soal rambu-rambu, mengerti tentang hadits, tafsir Al Qur’an, dan sebagainya,” ujar Masnuh.

“Seyogyanya tidak usah diperpanjang, kan Gus Muwafiq sudah minta maaf. Lagi pula itu tidak mutlak salah dari hati, saya yakin itu. Klarifikasi dan permiantaan maaf itu sudah cukup,” imbuhnya.

Baca juga : Soal Polemik Ceramah Gus Muwafiq, Kiai Marzuki : Mereka Tidak Suka dengan NU

Masnuh melihat sama sekali tak ada upaya Gus Muwafiq untuk melecehkan agamanya dan menistakan nabinya. Terlebih sebagai sesama orang yang pernah melayani Gus Dur, Masnuh tahu betul siapa Gus Muwafiq.

“Gus Muwafiq ini mubaligh yang dekat dengan Gus Dur (mantan Sespri). Saya tahu persis siapa beliau, saya tidak yakin kalau ada kesengajaan untuk melecehkan Rasulullah Saw,” ucapnya.

Kalaupun dianggap salah ucap, namanya juga manusia. Siapapun, entah itu kiai, jenderal, presiden atau siapapun, pasti akan atau pernah mengalami kesalahan bicara yang tidak disengaja, karena itu sifat manusia: Tempat salah dan lupa!

Baca juga : Masyayikh Pesantren Lirboyo Dukung Gus Muwafiq Terus Berdakwah

Soal perbedaan sikap di kalangan NU terkait ceramah Gus Muwafiq, Masnuh melihatnya wajar-wajar saja, karena bagi Nahdliyin perbedaan itu rahmat, bukan kebencian.

“Rahmat untuk saling mengingatkan. Namanya manusia, siapa sih yang tidak terjangkit salah dan lupa,” katanya.

Laporan Berproses di Polisi

Selain terjadi perbedaan sikap yang tajam di kalangan NU, Gus Muwafiq juga tengah dilaporkan dua orang anggota Front Pembela Islam (FPI) ke Bareskrim Polri terkait dugaan penistaan agama.

Pertama, dilaporkan anggota DPP FPI, Amir Hasanudin dengan Nomor laporan LP/B/1017/XII/2019/BARESKRIM tertanggal 4 Desember 2019. Kedua, dilaporkan pengurus FPI DKI Jakarta, Salman Al Farisi dengan Nomor laporan LP/B/1022/XII/2019/BARESKRIM tertanggal 5 Desember 2019.

Belakangan, jumlah pelapor bertambah, setelah Azam Khan yang mengatasnamakan diri Aliansi Anak Bangsa (AAB) turut melaporkan Gus Muwafiq ke Bareskrim Polri.

Namun pelapor masih diminta untuk melengkapi berkasnya. Penyidik meminta Azam untuk memasukkan berbagai bukti yang dibawa dalam bentuk soft copy ke dalam sebuah flash disk.
Pasal yang akan dijeratkan yakni 156 a KUHP terkait penistaan terhadap agama dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Sumber : Barometerjatim 

Bagikan: