Beda Sikap GNPF dan PA 212 soal Penghargaan Diskotek

Beda Sikap GNPF dan PA 212 soal Penghargaan Diskotek

Persaudaraan Alumni (PA) 212 dan Gerakan Nasional Pembela Fatwa (GNPF) Ulama berbeda sikap terkait pemberian penghargaan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta keada diskotek Closseum.

Ketua PA 212 Slamet Maarif menilai pemberian penghargaan tersebut keliru.

Baca juga : GNPF Ulama Bela Anies Baswedan Soal Penghargaan Diskotek

Karena itu, dia mengaku akan menegur Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Penghargaan terhadap diskotek jelas keliru," kata Slamet, Minggu (15/12).

Slamet menyebut penghargaan itu keliru lantaran diskotek merupakan tempat yang bertentangan dengan norma agama.

"Tempat seperti diskotek sendiri bertentangan dengan norma agama dan kearifan lokal," ujarnya.

Slamet mengaku pihaknya bakal bertemu dengan Anies untuk memberikan teguran terkait pemberian penghargaan tersebut.

"Kami akan temui Gubernur dan tabayyun serta tegur secara langsung jika penghargaan itu benar ada," ucap Slamet.

Sementara Ketua GNPF Ulama Yusuf Muhammad Martak yang membela Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Yusuf menilai tidak ada yang aneh dari pemberian penghargaan tersebut. 

"Saya pikir tidak ada sesuatu yang aneh," ucap Yusuf Martak melalui pesan singkat.

Baca juga : Anies Baswedan Tebar Penghargaan Diskotek, PA 212 Bereaksi

Dia menjelaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta tidak melanggar peraturan tertentu ketika memberikan penghargaan Adikarya Wisata kepada diskotek Colosseum. Karenanya, tidak ada yang salah.

Yusugf mengatakan, pemberian penghargaan juga telah melewati berbagai pertimbangan. Misalnya, diskotek Colosseum memiliki peran dalam menyerap tenaga kerja serta memberikan kontribusi terhadap pembangunan dan perkembangan pariwisata di ibu kota.

"Dan tidak hanya diputuskan oleh gubernur serta stafnya, tetapi ada dewan juri yang tidak tanggung-tanggung. Orang- orangnya memang berpengalaman sekali dalam bidangnya," ucap dia. 

Sumber : cnn

Bagikan: