Gus Baha: Jangan Mudah Menuduh, Nabi Saja Tak Ingin Umatnya Masuk Neraka

Gus Baha: Jangan Mudah Menuduh, Nabi Saja Tak Ingin Umatnya Masuk Neraka

Rais Syuriah PBNU KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) menyinggung sekelompok orang yang merasa dirinya paling benar dan menuduh orang lain kafir, masuk neraka atau Allah tidak akan mengampuninya. Padahal yang demikian tidak diinginkan oleh Rasulullah.

Gus Baha bercerita, ada seorang ekstremis yang hendak mengebom tempat-tempat maksiat. Di tempat tersebut, terdapat juga orang Islam. Seorang moderat bertanya kepadanya, "Andaikan mereka nanti mati dalam keadaan demikian lalu mereka ke mana?"    

Ekstremis tersebut tentu saja menjawabnya masuk ke neraka. Sebab, mereka mati dalam illanar, dalam keadaan maksiat kepada Allah.   

"Lalu ditanya sama orang moderat, apa umatnya masuk neraka itu yang diinginkan Nabi?" kata Gus Baha melanjutkan ceritanya.
   
Si ekstremis kaget mendengar pertanyaan tersebut. Orang moderat pun menyampaikan bahwa biar orang maksiat itu ditunggu pertaubatannya. Sebab, Nabi tidak menginginkan umatnya masuk neraka.   

"Dukhuluhum annar  itu tidak muradan Nabi, masuknya mereka ke neraka itu tidak diinginkan oleh Nabi," ujar Gus Baha.

Cerita demikian ini juga terjadi pada zaman Nabi. Suatu ketika, para sahabat hendak mengadili orang A'robiy karena bersikap tidak baik terhadap Rasulullah. Pasalnya, orang tersebut menggerutu saat diberi uang sedikit oleh Nabi ketika ia memintanya.   

Karena ada sikap mengkhawatirkan dari sahabatnya, A'robiy itu dipanggil kembali oleh Rasulullah SAW. Nabi pun memberinya lebih banyak lagi sampai orang tersebut merasa puas.   

Karena sudah puas, Rasulullah pun mengumumkan kepada para sahabatnya bahwa orang tersebut sudah puas. Hal demikian dikonfirmasi oleh A'robiy itu.   

Andaikan para sahabat tadi membunuh A'robi, tentu ia masih dalam keadaan membenci Nabi sehingga dapat membuat orang tersebut masuk neraka. Sebaliknya, orang tersebut bahkan jadi mencintai Nabi setelah diberikan kepuasan yang cukup untuknya.   

"Ketika si A'robi mencintai Nabi karena dibayar, itu cukup loh dalam Islam," pungkas Gus Baha.   

Masjid Bayt Al-Qur'an itu dipadati oleh ratusan jamaah. Dalam forum tersebut, hadir pula Prof Quraish Shihab menyimak pengajian Gus Baha.

Sumber : NU Online

Bagikan: