Surat Terbuka Kepada Para Pembenci dan Pembenci Presiden

Surat Terbuka Kepada Para Pembenci dan Pembenci Presiden

Oleh : Teddy Yanto

Lima tahun hampir usai Jokowi malaksanakan tugasnya sebagai seorang Presiden Republik Indonesia ini. Kupikir otak dan kewarasan berpikirmu akan berhenti menghujad atau membenci setelah melihat Pembangunan Negeri.

Mata dunia terbuka setelah melihat langkah terukur dan pasti seorang Presiden hasil pemilihan resmi.

Birokrasi sudah dipermudah, infrastruktur merambah seantero negeri, PDB di atas $1 triliyun dan seabrek lagi prestasi yang dulunya hanya dalam mimpi.

Mulai dari keturunan PKI, kafir, komunis, pinokio dll dirimu sematkan ke Beliau Pemimpin Tertinggi Indonesia ini.

Segala fitnah keji terlontar tanpa kendali. Apapun kalian kaitkan dengan Jokowi.

- Ada bencana alam, yang salah Jokowi.

- Asap kembali menyerbu, yang salah Jokowi, tapi saat empat tahun tanpa asap adakah kalian puji?

- Kaum Radikalis mengobok-obok negeri dengan mengusung khilafah, kalian tuduh dari PKI yang ujungnya Jokowi lagi.

- Pengemplang pajak yang sampai hartanya diburu ke luar negeri bukan di apresiasi, tapi malah sibuk hitung hutang Indonesia yang makin membesar (itu menurutmu yang tak tahu alur keuangan negeri).

Sangat pedih hati ini melihat Pemimpin Yang terpilih SECARA RESMI malah kalian benci tanpa alasan pasti.

Saya yang merupakan salah satu dari 14,05% perolehan suara Jokowi di Ranah Minang sangat menyesalkan sikap PARA PEMBENCI JOKOWI YANG TIDAK TAHU DIRI.

Ada politisi di senayan, ada anak politisi senior, ada milyuner yang takut bayar pajak, ada kelompok yg ingin mengembalikan rezim lama yang terkenal paling korup saat memimpin Indonesia ini. Ada pula kelompok mahasiswa dan anak-anak yang malah ditunggangi oleh kepentingan kekuasaan yang ingin menumbangkan Pemimpin yang peduli dengan keutuhan dan kesejahteraan NKRI.

Saat audiensi calon atlit bulutangkis di protes KPAI dengan alasan ekploitasi, kalian berdiam diri. Tapi anak kecil diajak demo dan KPAI hanya sembunyi di belakang lemari, kalian tak ada berbunyi untuk meneriakan peran KPAI.

Polisi dibakar, dibunuh, pejabat ditusuk, mana suara kalian untuk meneriakkan pelanggaran HAM atau apapunlah namanya, ujug-ujug malah mencibir dan mensyukuri.

KPK butuh diperkuat dan diawasi biar tidak jadi alat politisasi segelintir manusia haus kekuasaan, malah kalian tuduh Jokowi pro koruptor. Waraskah cara berpikirmu?

Berhentilah menghujad dan mencaci, ayo kita bersatu membangun negeri.

Suara kami sedikit di Bumi Minangkabau bukan berarti tak ada yang Peduli dgn keutuhan dan kesejahteraan NKRI. Dan kami yang sedikit ini sangat meyakini kalau Jokowi adalah PEMIMPIN IDEAL UNTUK INDONESIA SAAT INI, BUKAN YANG LAIN

Kalau para membenci merupakan bagian dari HTI yang sudah HARAM di Indonesia, atau kalian merupakan kelompok Radikalis yang meneriakkan Khilafah pembenci Pancasila dan Demokrasi tapi menunggangi demokrasi untuk membangun diri, tunggulah kami SILENT MAJORITY + POLRI + TNI akan MENGHADAPIMU DEMI NEGERI TERCINTA INI bersama JOKOWI

Bagikan: