Dosen IPB Ditangkap, Menristek Singgung Radikalisme di Kampus

Dosen IPB Ditangkap, Menristek Singgung Radikalisme di Kampus

Seorang dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) berinisial AB ditangkap polisi karena menyimpan puluhan bom molotov.

Rencananya, bom tersebut akan diledakkan saat unjukrasa Aksi Mujahid 212 di Jakarta, Sabtu (28/9) lalu.

Mengomentari hal itu, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir, menyebut kampus belum bisa bersih dari radikalisme.

"Saya rasa masih ada [paham radikal]. Belum bisa bersih," kata Nasir, ditemui usai membuka Kontes Robot Terbang Indonesia, di Unesa Surabaya, Selasa (1/10) malam.

Untuk itu, kata dia, upaya pemberantasan paham radikalisme sudah harus terus menerus dilakukan. Ia pun mendorong agar kepolisian untuk mengusut tuntas oknum dosen tersebut.

"Oleh karena itu kita bisa lakukan [pemberantasan radikalisme] secara terus menerus. Kemarin ada penangkapan seorang dosen yang merakit bom. Ini sudah ditangani pihak berwajib sudah diselidiki. Kalau dia bersalah harus ada sanksi," kata dia.

Sanksi tersebut bukan hanya pencabutan statusnya jika yang bersangkutan adalah dosen Aparatur Sipil Negara (ASN), tapi juga sanksi pidana sesuai prosedur hukum yang berlaku.

"Dosen, rektor, di PTN kan pegawai negeri. Dia harus mengikuti (aturan) ASN. Di mana ASN harus tunduk kepada negara. Enggak bisa main sendiri," kata dia.

sumber : cnn

Bagikan: