Bendera Identik HTI di SMKN 2 Sragen, Pengurus Rohis Dibina Polisi-TNI

Bendera Identik HTI di SMKN 2 Sragen, Pengurus Rohis Dibina Polisi-TNI

Kodim 0725/Sragen bersama Polres dan Dinas Pendidikan Jateng melakukan pembinaan terhadap sejumlah siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler Kerohanian Islam (Rohis) yang membentangkan bendera identik Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di halaman SMKN 2 Sragen belum lama ini.

Pembinaan ini juga melibatkan orang tua siswa.

Wakil Kepala SMKN 2 Sragen, Joko Daryanto, mengatakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sragen sudah memberikan saran dan masukan terkait masalah berkibarnya bendera berlafal tauhid pada kain hitam yang identik dengan HTI itu.

Joko mengakui siswa tidak memahami bendera yang mereka bentangkan itu identik dengan HTI, organisasi yang sudah dinyatakan terlarang.

“Anak-anak tahunya itu bendera tauhid. Sesuatu yang bagus kan itu. Tapi, mereka tidak memahami kalau bendera itu identik dengan simbol HTI. Ini karena kurangnya sosialisasi terkait organisasi yang dilarang berikut simbolnya,” jelas Joko Daryanto kepada wartawan di SMKN 2 Sragen, Kamis.

Joko menjelaskan pengambilan foto siswa dan guru dengan menampakkan bendera identik HTI itu dilakukan saat pengukuhan pengurus Rohis SMKN 2 Sragen pada Sabtu-Minggu (5-6/10/2019).

Menurutnya, pengurus Rohis hanya meminjam bendera itu dari pihak luar. Pada foto lain, bendera itu disandingkan dengan bendera merah putih dan bendera Palestina.

“Setelah dilantik dan dikukuhkan, mereka punya semangat baru. Mungkin mereka hanya ingin menggelorakan semangat perjuangan dengan membawa serta bendera itu,” papar Joko.

Setelah foto itu beredar luas di media sosial dan menjadi perbincangan masyarakat, Kodim 0725/Sragen, Polres Sragen, dan Dinas Disdik Jateng datang ke SMKN 2 Sragen, Selasa pagi.

Semua pengurus rohis dan orang tua mereka dikumpulkan untuk diberi pembinaan dan pengarahan.

Sejumlah guru pendamping dari Rohis juga mendapat pembinaan dari Kepala SMKN 2 Sragen, Sugiarso.

Dalam pembinaan itu, mereka diberi penjelasan tentang apa saja organisasi terlarang berikut simbol-simbolnya.

“Kami yakin SMKN 2 Sragen sudah terbebas dari organisasi terlarang semacam itu. Tidak ada bibit-bibit organisasi terlarang di sini. Apalagi para siswa aktif di kegiatan taruna dalam rangka menumbuhkan jiwa patriotisme dan cinta Tanah Air. Jadi, anak-anak sudah berkomitmen untuk turut menjaga keutuhan NKRI,” papar Joko.

Sumber : Solopos

Bagikan: