Ulama yang Alim Lebih Mulia 60 Derajat Dibanding Dzurriyah Nabi yang Tidak Alim

Ulama yang Alim Lebih Mulia 60 Derajat Dibanding Dzurriyah Nabi yang Tidak Alim

Tribunsantri.com - Viral beredar, seorang zuriat Nabi meski tidak berilmu lebih mulia dari orang alim yang bukan zuriat. Bahkan dari 60 orang alim.

Tidak jelas referensinya. Namun ada yang menulis ini kata Abah Guru Sekumpul. Sayangnya tak ada data kapan beliau mengatakan, siapa saksinya, minimal rekaman video atau suaranya.

Khawatirnya, ini hanya menjual nama Beliau untuk kepentingan tertentu.

Kemuliaan orang berilmu jelas dinyatakan oleh ayat Al-Qur'an.

"Niscaya Allah Swt. akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Allah Swt. Mahateliti apa yang kamu kerjakan.”
(Surah al-Mujadalah/58: 11).

Selain itu, sangat banyak hadits, atsar, dan kalam ulama yang mengatakan kemuliaan ulama.

Bagaimana dengan zuriat Nabi?

Jelas, karena ada "intisab" secara jasmani kepada Baginda Nabi, maka menjadi mulia. Apapun yang "intisab" kepada Nabi pasti mulia.

Namun, bukankah ilmu juga "intisab" kepada Baginda Nabi? 

Mana yang lebih mulia, bernasab secara keturunan ataukah keilmuan?

Asy-Syekh Nawawi bin Umar al-Bantani dalam kitab Maraqil 'Ubudiyyah Syarh Bidayatul Hidayah menuliskan (redaksi asli mimin sertakan SSnya):

"Sebagian ulama memberi pandangan, sesiapa yang bernasab kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaih wa aalih wa sallam, yaitu dari keturunan Al-Hasan dan Al-Husein, tapi dia tidak berilmu, maka derajat kemuliaannya melebihi 60 derajat orang yang setara dengannya (sama-sama tidak berilmu).

Seorang alim (berilmu) yang tidak bernasab (secara jasmani) kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaih wa aalih wa sallam, maka derajatnya lebih mulia 60 derajat dari orang yang jasmaninya bernasab namun tidak berilmu."

Demikian yang disebutkan Asy-Syekh Nawawi bin Umar al-Bantani. Beliau salah seorang murid dari Syekh Syihabuddin bin Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari dan termasuk mata rantai sanad Tarekat Sammaniyah.

Adapun kitab Maraqil 'Ubudiyyah adalah salah satu kitab pegangan di Pondok Pesantren Darussalam Martapura.



LDNUBanjar

Bagikan: