Muhammadiyah Minta RUU Pesantren Ditunda, Ini Kata Kiai Ma'ruf Amin

Muhammadiyah Minta RUU Pesantren Ditunda, Ini Kata Kiai Ma'ruf Amin

Tribunsantri.com – Muhammadiyah beserta sejumlah ormas Islam meminta pengesahan RUU Pesantren ditunda.

Permintaan tersebut disampaikan melalui surat kepada ketua DPRI RI, Bambang Sosatyo. 

Menurut Muhammadiyah, RUU Pesantren tidak mengakomodasi aspirasi semua ormas Islam.

Menanggapi hal itu, Wakil Presiden terpilih, KH Ma'ruf Amin, menyebut RUU Pesantren tidak hanya didukung oleh PBNU, melainkan ada sejumlah ormas Islam yang turut mendorong RUU ini disahkan.

"Kalau pesantren itu kan banyak, itu permintaan banyak, bukan hanya NU yang mendukung, Al Washliyah punya pesantren banyak, Madlatul Anwar juga, Ittihadiyah, Tarbiyah, jadi banyak yang mendukung karena itu pesantren-pesantren banyak sekali," kata kiai Ma'ruf di Gran Sahid Hotel, Jakarta Pusat, Sabtu (21/9/2019).

Selain itu, kata kiai Maruf, RUU Pesantren juga didukung oleh MUI. Aturan tersebut diperlukan, agar pemerintah mendorong pesantren setara dengan pendidikan umum.

"Jadi perlu peran pemerintah untuk memberikan dorongan kepada pesantren supaya menjadi program pemerintah supaya setara dengan pendidikan umum, supaya mereka tamatannya berkualitas," ujar dia.

Sebelumnya, PP Muhammadiyah bersama sejumlah ormas Islam menyurati Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Bambang Soesatyo untuk menunda pengesahan RUU Pesantren. Muhammadiyah menilai RUU Pesantren tidak mengakomodasi aspirasi semua ormas Islam.

Surat permintaan penundaan pengesahan RUU Pesantren itu diteken Ketua PP Muhammadiyah Busyro Muqoddas dan Sekretaris Umum Abdul Mu'ti pada 17 September 2019. Surat ditembuskan ke Presiden RI, Ketua Komisi X DPR RI, dan Ketua Komisi VIII DPR RI.

Sumber : detik

Bagikan: