Mencatat itu Sunnah

Mencatat itu Sunnah

Ketika Imam Malik sedang menerangkan sebuah pelajaran, Ia mendapati muridnya sedang bermain-main dengan tangannya. 

"Apa yang kamu lakukan?"

"Saya sedang mencatat Guru"

"Lantas sekarang mana catatanmu?"

Si Murid tidak bisa menunjukkan catatannya, sebab dari tadi ia hanya menulis menggunakan jari telunjuk pada telapak tangannya. Ia tidak mampu untuk membeli kertas dan alat tulis.

"Apa yang guru sampaikan, saya tulis pada telapak tangan saya dan kemudian saya hafalkan." Kata Murid

Imam Malik pun memerintahkan Murid tadi untuk mengulangi apa yang beliau ajarkan.

Seketika itu Si Murid langsung mengulangi semua yang telah Imam Malik ajarkan mulai awal sampai akhir tanpa ada satu hurufpun yang tertinggal.

Kelak murid tersebut terkenal dengan nama Imam Syafi'i. 

Dari kisah tersebut Ulama berpendapat, sebenarnya Imam Syafi'i itu sangat mampu untuk menghafal apa yang beliau dengarkan, akan tetapi Beliau tetap berusaha mencatat. Karena mencatat itu Sunnah.

- KH Muhibbul Aman Aly

Sumber : Mahad Aly Lirboyo

Bagikan: