Islam Musuhan Misuhan

Islam Musuhan Misuhan

Saya dulu pernah terjebak dalam semangat berislam yang hobinya selalu cari musuh. Siapa saja dianggap salah, sekaligus dijadikan musuh.

Tidak berhenti sampai disitu, namanya musuh, tentu tidak didiamkan, tetapi setiap hari kudu dicaci maki. Maka misuh-misuhi musuh akhirnya jadi rutinitas dakwah keseharian.

Bilangnya ini pengajian, tapi isinya cuma permusuhan-permusuhan melulu, plus sarat dengan misuh-misuhi mereka.

Semua orang, siapa saja, diposisikan sebagai lawan, musuh Allah, yang musti kita musuhi dan misuhi.

Setiap ayat Quran mengancam suatu pihak, selalu diupayakan makna dan pengertiannya biar terkait dengan musuh-musuh itu. Walaupun sebenarnya tidak ada hubungannya, ya dihubung-hubungkan saja. Dipaksakan saja, toh pengikut kami orang awam yang mudah dikelabuhi.

Namun lama-lama saya capek juga. BerdakwahBerdakwah dengan gaya menciptakan musuh baru setiap hari itu ternyata melelahkan. Memisuhi tiap musuh itu lama-lama bikin pegel juga.

Akhirnya saya berhenti sendiri, sadar sendiri dan bosan sendiri. Dipikir-pikir lagi, ngapain juga tiap hari ngajakin orang ribut melulu. Ngapain juga tiap hari sibuk caci sana, nyinyirin sini, kritik sana, ngebuli sini.

Namun sebagian teman saya memang masih ada yang keasyikan dengan hobi lamanya. Masih belum capek-capek juga. Halamannya masih penuh dengan pernyinyiran, perbulian, salahkan sini dan salahkan situ. Musuhin si fulan sambil juga misuhin si anu. Rajin dan rutin.

Belum capek-capek juga nampaknya. Padahal saya saja ngeliatnya capek banget. Capek nungguin mereka akhirnya capek sendiri.

Sumber : Facebook Ahmad Sarwat Lc MA

Bagikan: