Hina Warga NU Koruptor, Pria Asal Tasik Ini Ditangkap Polisi 2 Jam Setelah Dilaporkan

Hina Warga NU Koruptor, Pria Asal Tasik Ini Ditangkap Polisi 2 Jam Setelah Dilaporkan

Tribunsantri.com - Warga Nahdliyyin Kota Tasikmalaya berang dengan unggahan akun Facebook atas nama Deden Gunawan yang dianggap menghina dan memfitnah warga Nahdlatul Ulama.

 Mereka mendatangi Mapolres Tasikmalaya Minggu (22/09/2019).

Deden Gunawan dalam postingannya menyebut bahwa NU adalah koruptor.

Tak berselang lama setelah pelaporan yang dilakukan Aliansi Nahdliyyin Tasikmalaya Raya, Deden Gunawan diamankan polisi Senin (23/9/2019) dini hari.

”Sudah kita amankan, Alhamdulillah”ujar Kanit Resum (Reserse Umum) Satreskrim Polres Kota Tasikmalaya Pramono melalui pesan WhatsApp. 

Satkorcab  Banser kabupaten Tasikmalaya Imam Mudofar mengapresiasi langkah kepolisian yang sigap dan berhasil menangkap pelaku hanya beberapa jam setelah pelaporan.

“Bagaimanapun juga negara ini negara hukum. Seemosi dan semarah apapun kita atas postingan pelaku yang sudah benar-benar merendahkan martabat Nahdlatul Ulama sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia, kita serahkan proses penanganan kasus ini kepada aparat penegak
hukum” ujarnya.

Wakil Sekretaris GP Ansor Kota Tasikmalaya Eki S Baihaqi, postingan Deden Gunawan itu sudah sangat keterlaluan dan mencederai warga nahdliyin, karena dia menyamaratakan warga NU padahal yang berbuat adalah oknum. “Kami warga Nahdlatul Ulama struktur dan kultur jelas sangat tersinggung dengan postingan tersebut apalagi dengan kata-kata yang sangat kasar dan tidak beretika sama
sekali,” ujarnya.

Oleh karena itu generasi muda NU Tasikmalaya melaporkan Deden Gunawan karena sudah menyakiti warga Nahdlatul Ulama. 

“Masalah Ini soal marwah warga nahdiyin, maka sepatutnya saya sebagai warga nahdiyin membela organisasi kami” mengatakan Postingan terlapor sangat keterlaluan dan mencederai warga Nahdliyyin secara keseluruhan.

Pihaknya meminta Polres Tasikmalaya Kota untuk menindak pelaku ujaran kebencian dan fitnah terhadap NU tersebut karena menurutnya kasus tersebut telah menjadi presenden buruk bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Maka harga mati, pokoknya pelaku harus bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya karena ini merupakan presenden buruk bagi kehidupan berbangsa dan bernegara, makanya kami sebagai perwakilan warga Nahdliyyin melaporkan yang bersangkutan kepada pihak yang berwajib
Polres Tasikmalaya Kota, untuk selanjutnya proses hukum kita serahkan
kepada Polres untuk diproses secara hukum,” pungkasnya
.
Ketua LBH Ansor Kabupaten Tasikmalaya Asep Abdul Rofik, SH berkomitmen untuk mengawal kasus ujaran kebencian terhadap NU
tersebut hingga tuntas.

“Kita dari LBH Ansor Kabupaten Tasikmalaya akan terus mengawal dan mendampingi kasus tersebut hingga tuntas dan kami berharap masyarakat wabil khusus NU serta Nahdiyin agar tetap tenang dan menahan diri serta menyerahkan sepenuhnya ke Penegak Hukum dalam hal ini Polres Kota
Tasikmalaya.” katanya. 

Sumber : fokusjabar

Bagikan: