6 Perancang Ricuh yang Ditangkap Polisi, Mujahid 212 Nyatakan Tak Terlibat

6 Perancang Ricuh yang Ditangkap Polisi, Mujahid 212 Nyatakan Tak Terlibat

Tribunsantri.com - Enam orang yang ditangkap di Tangerang diduga akan menyusup membuat kerusuhan saat berlangsungnya aksi Mujahid 212 di Jakarta. 

Ketua Panitia Aksi Mujahid 212 Edy Mulyadi menegaskan, gerakannya di jalan tak terkait dengan dugaan enam orang itu.

"Kita kan nggak pernah ada rencana seperti itu. Kita panitia nggak ada rencana seperti itu, kita tuh yang dimaksud bisa GNPF, PA 212, nggak ada rencana seperti itu, seperti yang kita tahu lah sebetulnya tema kita kemarin kan cuma tolak liberalisme, tolak komunisme, tegakkan kebenaran, itu aja. Kalau kemudian di orasi-orasi berkembang itu kan dinamisnya lapangan aja gitu, tapi tetap tidak ada rencana apalagi sampai kerusuhan lempar bom dan sebagainya, itu nggak ada kaitannya sama sekali dengan kita," jelas Edy, Senin (30/9/2019).

Enam orang yang ditangkap pihak kepolisian itu diduga merancang demo ricuh pada Sabtu (28/9) dengan menggunakan bom molotov. Di hari yang sama, aksi Mujahid 212 juga bergerak melakukan aksi mengkritisi kinerja pemerintah menangani karhutla, demo mahasiswa, hingga kerusuhan Papua.

Edy menegaskan lagi, aksi Mujahid 212 tidak terkait dugaan perancang demo ricuh. "Soal bom tadi, yang ditangkap mau ricuh segala macam itu saya tegaskan tidak ada kaitannya dengan kita sama sekali," ujar Edy.

Setelah soal penangkapan enam orang ini, kemudian muncul video pengakuan salah satu terduga yang menjelaskan terkait rencana ricuh pada Sabtu (28/9). Edy menyebut sudah melihat video itu, tapi tak percaya kebenaran isi video dan tak tahu soal kebenarannya.

"Videonya yang bikin pernyataan si Ali Udin atau siapa gitu kan, dikasih duit sekian buat beli bom... beli bensin... saya nggak tahu itu bener apa nggak, saya nggak tahu, tapi karena kelakuan polisi seperti itu berkali-kali, udah lah. Nggak percaya. Ini berkali-kali, paling gampang contoh anak kecil digebukin," imbuh Edy.

"Yang di video itu anak kecil (video pengeroyokan di Masjid Kampung Bali), yang muncul anak muda, lebih gagah daripada Avengers, digebukin cuma bonyok sedikit doang, mana ada. Emang dia terbuat dari tulang besi. Nggak ada, itu bohong luar biasa, tapi kan rakyat dipaksa harus terima kebohongan itu. Soal video saya nggak tahu, benar apa nggak, tapi saya nggak percaya," tuturnya.

Sumber : detik

Bagikan: