10 Tahun Pimpin HTI Babel, Ayik Keluar dan Ungkapkan Bobrok HTI

10 Tahun Pimpin HTI Babel, Ayik Keluar dan Ungkapkan Bobrok HTI

Tribunsantri.com - Ayik Heriansyah, mantan Pimpinan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Bangka Belitung (Babel) ungkap kebobrokan mantan organisasinya setelah 10 tahun mengabdi.

Saat dikonfirmasi oleh Babel Review pada Selasa (3/9/2019), selama 10 tahun masa kepemimpinannya, Ayik mengaku punya peran penting membangun HTI Babel sejak ia dirikan pada tahun 2003 silam.

"Sebenarnya program HTI pada awal berdiri fokus berdakwah, menggelar pengajian serta menyebarkan syiar-syiar Islam. Namun mulai kesini-kesini, ada perubahan ideologi dengan perlahan mulai melaksanakan program-program pemahaman khilafah dari detail hingga praktis," jelasnya.

Lantaran ideologi HTI yang sudah melenceng keluar dari dakwah syiar islami, melainkan niat mengkudeta dan merubah sistem pemerintahan serta adanya perbedaan pendapat pengurus pusat, pada tahun 2011 dirinya memutuskan untuk keluar.

"Setelah memutuskan keluar pada tahun 2011, ada beberapa ancaman dan kecaman yang sampai ke saya terkait keputusan tersebut. Namun, karena memang sudah melenceng dari ideologi awal, saya bersikukuh untuk tetap keluar dan gabung ke Nadhlatul Ulama (NU) setahun kemudian," tukasnya.

Setelah bergabung dengan NU dan Anshor pada tahun 2019, sama dengan ideologi awal saat bergabung dengan HTI, dirinya tetap berkeinginan untuk memantapkan pemahamannya tentang ahlu sunnah wal jamaah (aswaja) ke NU.

“Saya berharap kepada teman-teman seperjuangan di HTI Babel untuk kembali ke jalan yang benar, kembali ke NKRI. Karena apa yang sudah diajarkan oleh HTI sekarang sudah melenceng jauh," ucapnya.

Ayik menjelaskan, sistem pemerintahan NKRI sekarang sudah sesuai syariah walaupun belum sempurna.

"Dalam ketidak sempurnaan tersebut, mari saya mengajak kawan-kawan HTI khususnya di Babel untuk menyebarkan syiar Islam dan berdakwah tanpa harus merubah sistem pemerintahan atau mengganggu persatuan NKRI," pungkasnya.

Sumber : Babelreview

Bagikan: