Wakil Bupati Bantul: Pernah Tidak Percaya Diri, Saatnya NU Tampil Penuh Keberanian

Wakil Bupati Bantul: Pernah Tidak Percaya Diri, Saatnya NU Tampil Penuh Keberanian

Tribunsantri.com - Warga NU pernah merasa tidak percaya diri. Mungkinkan kita mengumpulkan dana sosial warga sampai miliaran rupiah? Tapi nyatanya, sekarang NU Bantul mampu melakukan itu. Saatnya hilangkan rasa tak percaya diri itu. NU harus tampil penuh keberanian menatap masa depan.

Demikian ditegaskan Wakil Bupati Bantul, H Abdul Halim Muslih dalam acara Studium General dengan tema “Menguatkan Jam’iyyah dan Jama’ah Untuk Menyongsong An Nahdlah Ats Tsaniyah“, di Gedung Parasamya, Bantul, Sabtu 3 Agustus 2019.

“Kita juga sudah mengalami fase pengalaman konsolidasi organisasi bersama Gus Hilmy. Hasilnya luar biasa. Gus Hilmy meraih suara nomor 2. KOIN NU Bantul juga terbukti memiliki ambulance yang luar biasa,” tegasnya.

“Bagaimana kalau kita bisnis? Dengan dianjurkan membuat persewaan bus tiap MWC. Karena ziarah kubur milik NU tapi yang menyediakan perangkat suksesnya ziarah malah bukan NU, bahkan yang membid’ahkan malah yang mengambil keuntungan dari semua itu,” lanjutnya.

Maka dari itu, lanjut Halim, harus ada upaya mengarahkan semua potensi NU menjadi hal-hal yang produktif.

“Kita harus membangun unit bisnis yang produktif. Kalau harus mendirikan PT, saya siap membantu ngurus ijinnya. Sehingga semua itu tidak habis untuk kegiatan sosil saja, tapi juga diarahkan untuk membangun bisnis priduktif. Pada saat bersamaan, ada Lembaga Pendidikan Ma’arif yang juga menjadi pintu masuk menuju kebangkitan NU di masa depan,” lanjutnya.

“Saya sama anggota dewan, seperti Pak Yasmuri, berkewajiban untuk membuat anggaran 3 M yang akan kita alokasikan kepada NU. Ini masih minimal. Makanya, nanti ada dana support untuk Ma’arif, misalnya, dalam mengembangkan keunggulan pendidikan,” tegasnya.

Halim juga menegaskan bahwa sudah saatnya minat masyarakat beralih kepada pilihan Ma’arif NU. Kita juga mesti menghidupkan  diniyah di kampung untuk para warga NU yang kurang mampu. Bagaiman kita mengelola para gurunya.

“Kita harus merawat para guru madrasah diniyah. Mereka sangat penting dalam membumikan nilai-nilai NU. Makanya, saya akan membuat tim anggaran untuk merumuskan dan menyusun agenda kerja itu,” tegasnya.

“Santri-santri NU, siswa-siswi Ma’arif NU, harus menjadi generasi potensial yang memberikan kebanggaan bagi bangsa dan negara ini. Kita mampu mewujudkannya,” pungkasnya. 

Bangkitmedia

Bagikan: