Wahabi Adalah Khawarij Masa Kini, Ini Buktinya

Wahabi Adalah Khawarij Masa Kini

Oleh : Gus Dewa

Tribunsantri.com - Ulama Ahlussunnah Wal Jamaah telah menyatakan bahwa wahabi adalah khowarij masa kini. Diantara yang menegaskan adalah:

1. Al-Imam Ahmad bin Muhammad al-Shawi al-Maliki

Al-Imam Ahmad bin Muhammad al-Shawi al-Maliki adalah seorang ulama terkemuka bermadzhab Maliki yang hidup di abad 12 Hijriah dan semasa dengan pendiri Wahhabi, dalam karya beliau yang berjudul Hasyiyah al-Showiy ‘ala Tafsir al-Jalalain, beliau mengaskan:

حاشية الصاوي على تفسير الجلالين ج ٣ صـــ ٣٠٧ 
هَذِهِ اْلآَيَةُ نَزَلَتْ فِي الْخَوَارِجِ الَّذِيْنَ يُحَرِّفُوْنَ تَأْوِيْلَ الْكِتَابِ وَالسُّنَّةِ وَيَسْتَحِلُّوْنَ بِذَلِكَ دِمَاءَ الْمُسْلِمِيْنَ وَأَمْوَالَهُمْ كَمَا هُوَ مُشَاهَدٌ اْلآَنَ فِيْ نَظَائِرِهِمْ وَهُمْ فِرْقَةٌ بِأَرْضِ الْحِجَازِ يُقَالُ لَهُمُ الْوَهَّابِيَّةُ يَحْسَبُوْنَ أَنَّهُمْ عَلىَ شَيْءٍ أَلاَ إِنَّهُمْ هُمُ الْكَاذِبُوْنَ.

Artinya: Ayat ini turun mengenai orang-orang Khawarij, yaitu mereka yang mendistorsi penafsiran al-Qur’an dan Sunnah, dan oleh sebab itu mereka menghalalkan darah dan harta benda kaum Muslimin sebagaimana yang terjadi dewasa ini pada golongan mereka, yaitu kelompok di negeri Hijaz yang disebut dengan aliran Wahhabiyah, mereka menyangka bahwa mereka akan memperoleh sesuatu (manfaat), padahal merekalah orang-orang pendusta.” (Hasyiyah al-Shawi ‘ala Tafsir al-Jalalain, juz 3, hal. 307).

Pernyataan Imam al-Shawi diatas secara tegas menilai kelompok wahabi sebagai kelompok yang seideologi dengan sekte Khowarij yang gemar mengkafir-kafirkan kelompok yang bersebrangan dengan mereka. Namun sangat disayangkan, tangan-tangan kotor yang tidak bertanggung jawab menghapus pernyataan diatas dari Hasyiyah al-Showi dan memberikan kesan seolah-olah teks itu tidak pernah ada, sebagaimana bisa kita saksikan pada kitab-kitab Hasyiyah al-Showi yang beredar dipasaran.

2. Ibn Abidin

al-Imam Muhammad Amin Afandi yang populer dengan sebutan Ibn Abidin, dalam kitabnya, Hasyiyah Radd al-Muhtar memiliki pandangan yang sama dengan imam Muhammad al-Showiy bahwa kelompok Wahabiy merupakan manifestasi kelompok Khowarij yang ada dimasa beliau.

حاشية رد المحتار ج ٤ صـــ ٢٦٢ 
مَطْلَبٌ فِي أَتْبَاعِ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الْوَهَّابِ الْخَوَارِجِ فِيْ زَمَانِنَا قَوْلُهُ: (وَيُكَفِّرُوْنَ أَصْحَابَ نَبِيِّنَا (ص)) عَلِمْتَ أَنَّ هَذَا غَيْرَ شَرْطٍ فِي مُسَمَّى الْخَوَارِجِ، بَلْ هُوَ بَيَانٌ لِمَنْ خَرَجُوْا عَلَى سَيِّدِنَا عَلِيٍّ رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُ، وَإِلَّا فَيَكْفِي فِيْهِمُ اعْتِقَادُهُمْ كُفْرَ مَنْ خَرَجُوْا عَلَيْهِ، كَمَا وَقَعَ فِيْ زَمَانِنَا فِيْ أَتْبَاعِ ابْنِ عَبْدِ الْوَهَّابِ الَّذِيْنَ خَرَجُوْا مِنْ نَجْدٍ وَتَغَلَّبُوْا عَلَى الْحَرَمَيْنِ وَكَانُوْا يَنْتَحِلُوْنَ مَذْهَبَ الْحَنَابِلَةِ لَكِنَّهُمْ اِعْتَقَدُوْا أَنَّهُمْ هُمُ الْمُسْلِمُوْنَ وَأَنَّ مَنْ خَالَفَ اعْتِقَادَهُمْ مُشْرِكُوْنَ وَاسْتَبَاحُوْا بِذَلِكَ قَتْلَ أَهْلِ السُّنَّةِ وَقَتْلَ عُلَمَائِهِمْ حَتَى كَسَرَ اللهُ شَوْكَتَهُمْ وَخَرَبَ بِلاَدَهُمْ وَظَفِرَ بِهِمْ عَسَاكِرُ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَ ثَلاَثٍ وَثَلاَثِيْنَ وَمِائَتَيْنِ وَأَلْفٍ.

Artinya: Keterangan tentang pengikut Muhammad bin Abdul Wahhab, kaum Khawarij pada masa kita. (mereka mengakifkan sahabat Nabi saw). Kita tahu bahwa ini bukanlah syarat untuk dikatakan Khowarij, namun merupakan penjelasan bagi orang-orang yang keluar dari barisan sayyidina Ali. Andaikan tidak demikian, maka keyakinan mereka tentang kafirnya orang-orang yang keluar dari khowarij. Sebagaimana terjadi pada masa kita, pada para pengikut Ibn Abdil Wahhab yang keluar dari Najd dan berupaya keras menguasai dua tanah suci. 

Mereka mengikuti madzhab Hanabilah. Akan tetapi mereka meyakini bahwa mereka saja kaum Muslimin, sedangkan orang yang berbeda dengan keyakinan mereka adalah orang-orang musyrik. Dan oleh sebab itu mereka menghalalkan membunuh Ahlussunnah dan para ulamanya sampai akhirnya Allah memecah kekuatan mereka, merusak negeri mereka dan dikuasai oleh tentara kaum Muslimin pada tahun 1233 H.” (Hasyiyah Radd al-Muhtar ‘ala al-Durr al-Mukhtar: IV, 262).

3. Muhammad bin Abdullah bin Humaid al-Najdi

Muhammad bin Abdullah bin Humaid al-Najdi adalah seorang Ulama dari kalangan ulama madzhab Hanbali. dalam kitabnya al-Suhub al-Wabilah‘ala Dharaih al-Hanabilah ketika menulis biografi Syaikh Abdul Wahhab, ayah pendiri Wahhabi, beliau berkata:

(ابن حميد النجدي، السحب الوابلة على ضرائح الحنابلة، ٢٧٥)
وَكَذَلِكَ ابْنُهُ سُلَيْمَانُ أَخُوْ مُحَمَّدٍ كَانَ مُنَافِيًا لَهُ فِيْ دَعْوَتِهِ وَرَدَّ عَلَيْهِ رَدًّا جَيِّداً بِاْلآَياَتِ وَاْلآَثاَرِ وَسَمَّى الشَّيْخُ سُلَيْمَانُ رَدَّهُ عَلَيْهِ ( فَصْلُ الْخِطَابِ فِي الرَّدِّ عَلىَمُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الْوَهَّابِ ) وَسَلَّمَهُ اللهُ مِنْ شَرِّهِ وَمَكْرِهِ مَعَ تِلْكَ الصَّوْلَةِ الْهَائِلَةِ الَّتِيْأَرْعَبَتِ اْلأَبَاعِدَ فَإِنَّهُ كَانَ إِذَا بَايَنَهُ أَحَدٌ وَرَدَّ عَلَيْهِ وَلَمْ يَقْدِرْ عَلَى قَتْلِهِ مُجَاهَرَةً يُرْسِلُ إِلَيْهِ مَنْ يَغْتَالُهُ فِيْ فِرَاشِهِ أَوْ فِي السُّوْقِ لَيْلاً لِقَوْلِهِ بِتَكْفِيْرِ مَنْ خَالَفَهُ وَاسْتِحْلاَلِ قَتْلِهِ. اهـ 
Artinya: Demikian pula putra beliau, Syaikh Sulaiman (kakak Muhammad bin Abdul Wahhab), juga menentang terhadap dakwahnya dan membantahnya dengan bantahan yang baik berdasarkan ayat-ayat al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Syaikh Sulaiman menamakan bantahannya dengan judul Fashl al-Khithab fi al-Radd ‘ala Muhammad bin Abdul Wahhab. Allah telah menyelamatkan Syaikh Sulaiman dari keburukan dan tipu daya adiknya meskipun ia sering melakukan serangan besar yang mengerikan terhadap orang-orang yang jauh darinya. Karena setiap ada orang yang menentangnya, dan membantahnya, lalu ia tidak mampu membunuhnya secara terang-terangan, maka ia akan mengirim orang yang akan menculik dari tempat tidurnya atau di pasar pada malam hari karena pendapatnya yang mengkafirkan dan menghalalkan membunuh orang yang menyelisihinya. (Ibn Humaid al-Najdi, al-Suhub al-Wabilah ‘ala Dharaih al-Hanabilah, hal. 275).

Wahabi Adalah Khawarij Masa Kini

4. Sayyid Zaini Dahlan

Sayyid Zaini Dahlan adalah seorang ulama madzhab Syafi’iy yang telah banyak membicarakan kesesatan-kesasatan sekte wahabi yang didirikan oleh Muhammad bin Abdil Wahhab. Dalam karnya yang berjudul Fitnah al-Wahhabiyyah beliau mengatakan:

(فتنة الوهابية: ١)
وَكَان فى ابتداء أمره من طلبة العلم بالمدينة المنورة على ساكنها أفضل الصلاة والسلام وكان أبوه رجلا صالحا من أهل العلم وكذا اخوه الشيخ سليمان وكان أبوه وأخوه ومشايخه يتفرسون فيه سيكون منه زيغ وضلال لما يشاهدونه من أقواله وأفعاله ونزعاته فى كثير من المسائل وكانوا يوبخونه ويحذرون الناس منه فحقق الله فراستهم فيه لما ابتدع ما ابتدعه من الزيغ والضلال الذي اغوى به الجاهلين وخالف فيه أئمة الدين وتوصل بذلك الى تكفير المؤمنين.

Artinya: Pada awal mulanya,  Muhammad bin Abdil Wahhab merupakan penuntut ilmu di Madinah kepada ulama-ulama disana. Ayahnya seorang laki-laki yang sholih yang memiliki pengetahuan yang tinggi, begitu pula dengan saudaranya yang bernama Syaikh Sulaiman [bin Abdil Wahhab]. Ayah, saudara maupun para gurunya memiliki firasat bahwa Muhammad bin Abdil Wahhab sesat dan menyesatkan dengan melihat ucapan, tingkah laku dan kritikan-kritikannya dalam banyak hal. Mereka mencela dan memperingatkan orang-orang darinya. ternyata prediksi tersebut tidak meleset sama sekali dengan adanya kesesatan dan penyesatan yang dilakukan oleh Muhammad bin Abdil Wahhab. Dia telah menipu dan menyesatkan orang-orang bodoh, [pendapatnya] bersebrangan dengan pendapat para ulama ahli agama dan pada akhirnya menjadikan ia mengkafirkan orang-orang mukmin. (Fitnah al-Wahhabiyyah: 1)

(فتنة الوهابية: ٢)
فزعم أن زيارة قبر النبي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ والتوسل به وبالانبياء والاولياء والصالحين وزيارة قبورهم شرك وان نداء النبي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عِنْدَ التَوَسُّلِ بِهِ شِرْكٌ وكذا نداء غيره من الانبياء والاولياء والصالحينِ عِنْدَ التَوَسُّلِ بِهِمْ شِرْكٌ وان من اسند شيئا لغير الله ولو على سبيل المجاز العقلي يكون مشركا نحو نفعني هذا الدواء وهذا الولي الفلاني ِعِنْدَ التَوَسُّلِ بِهِ فى شيئ وتمسك بأدلة لا تنتج له شيئا من مرامه واتى بعبارة مزورة زخرفها ولبس بها على العوام حتى تبعوه وألف لهم فى ذلك رسائل حتى اعتقدوا كفر أكثر أهل التوحيد.

Artinya: dia berasumsi bahwa berziarah kemakam nabi Muhammad saw, bertawassul kepadanya, kepada para nabi, para wali, dan orang-orang sholih serta berzirah kemakam mereka merupakan amalan syirik. Memanggil nabi Muhammad pada saat tawassul merupakan tindaka syirik, begitu pula memanggil nama para nabi, para wali, dan orang-orang sholih pada saat tawassul juga merupakan tindaka syirik. Orang-orang yang menyandarkan sesuatu kepada selain Alloh sekalipun dalam bentuk metaforik-rasional merupakan tindakan syirik, misalnya obat ini memberikan manfaat kepadaku, [begitu juga] wali fulan ini, pada saat bertawassul atas suatu hal. Muhammad bin Abdil Wahhab berpegang teguh [terhadap pendapatnya] dengan menggunakan dalil-dalil yang tidak cocok dengan yang ia kehendaki, dia menampilkan pernyatan para ulama dengan penuh kobohongan dan telah ia modifikasi. Dia menggunakan pernyataan-pernyataan ulama tersebut untuk menipu orang awam hingga merekapun mengikuti dia. dia membuat beberapa risalah untuk orang-orang awam hingga merekapun meyakini bahwa mayoritas umat islam telah kufur.  (Fitnah al-Wahhabiyyah: 2)

Sumber : FB Gus Dewa Menjawab

Bagikan: