Viral Video Pria Bermobil Pelat TNI, Banser Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik

Viral Video Pria Bermobil Pelat TNI, Banser Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik

Tribunsantri.com – Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Banser gabungan dari Banten dan Kota Tangerang menyambangi Mapolrestro Tangerang Kota, Selasa (27/8/2019).

Tindakan itu didasari atas dugaan pencemaran nama baik terhadap Banser menyusul tersebarnya video viral TNI memberhentikan seorang pria mengendarai mobil TNI di Tol Tangerang-Merak.

Video tersebut kali pertama viral di akun Instagram @tnilovers18 yang kemudian dimuat ulang oleh akun Facebook Agus yang gamblang menuliskan ormas Banser.

Postingan tersebut pun langsung dikomentar lebih daari 1.500 kali dan telah dibagikan lebih dari 4.000 kali.

Baca juga : Klarifikasi Video Viral 'Banser Mengaku TNI Diamankan Dandenpom Tangerang'

Sekretaris GP Ansor Provinsi Banten Khoirul Huda menerangkan pihaknya melaporkan tindakan dugaan pencemaran nama baik kepada Polres Metro Tangerang Kota.

"Terkait pencemaran nama baik organisasi. Karena ada video yang captionnya menjelekan dan menyudutkan Banser. Akun kemudian bisa dishare sampai ribuan kali dan ini yang menurut kami sangat merugikan," ucap Huda di Mapolrestro Tangerang Kota, Selasa (27/8/2019).

Pada awalnya, video yang berdurasi sekira empat menit tersebut menayangkan TNI yang memberhentikan mobil beratribut TNI dan diketahui disopiri oleh warga sipil.

Namun, tidak ada sama sekali menyebutkan kata Banser dalam video itu.

"Yang penting soal narasi, karena kalau di video tidak ada menyebut satu pun kata Banser. Tapi di caption itu sangat provokatif sudah menganggap Banser mengaku-ngaku jadi TNI," ujar Huda.

Huda beserta anggota Banser lainnya pun akan mengawal kasus di atas hingga tuntas dan ditemukan oknum di balik akun Facebook bernama Agus tersebut.

Pagi harinya, Huda bersama beberapa anggota Banser markas Denpom Jaya/1 Tangerang untuk bertemu dengan Letkol Cpm Yudo Pramono.

Menurutnya, maksud kedatangan tersebut untuk mengklarifikasi perihal video yang sempat viralmalam kemarin.

"Terkait video yang sudah viral itu semalam saya atas nama pimpinan wilayah anshor kemudian dapat perintah dari pimpinan pusat untuk klarifikasi," kata Huda.

Secara gamblang, Huda menegaskan bahwa kegiatan tersebut benar namun sudah terjadi sejak bulan April 2019 silam di dekat Rest Area Karang Tengah.

Namun, ada beberapa oknum yang menyebarkan kembali video yang sudah kelewat lama itu.

"Menurut beliau (Yudo) bahwa peristiwa itu terjadi pada tanggal 26 April 2019, sekitar jam 15.00 WIB, sekitar rest area Karang Tengah. Pokoknya mobil yang itu sebenarnya mobil orang sipil yang kebetulan punya rekanan di TNI," ungkapnya.

Rekanan yang dimaksud adalah majikan dari orang sipil itu, lantaran sopir yang ditangkap anggota TNIitu merupakan sopir dari seorang anggota TNI.

Menurut Huda, sopir yang tertangkap tersebut sedang membantu majikannya membeli bahan-bahan untuk membangun rumahnya di Tangerang Selatan.

"Itu tidak tersangkut dengan organisasi-organisasi masyarakat apa lagi dengan Banser, itu murni pribadi saja. Itu karyawan yang kebetulan membawa mobil bosnya saja," tutur Huda.

Sumber : Tribunjakarta

Bagikan: