Tak Ada Lagi Toleransi Warga Miliki Bendera HTI, Kapolres Bulukumba : Kami Akan Tindak

Tak Ada Lagi Toleransi Warga Bawa Bendera HTI, Kapolres Bulukumba : Kami Akan Tindak

Tribunsantri.com – Kapolres Bulukumba Sulawesi Selatan (Sulsel) AKBP Syamsu Ridwan menegaskan, bendera hitam bertuliskan kalimat tauhid yang dibawa oleh kelompok barisan gerak jalan MAM Palampang, Sabtu (17/8/2019) adalah bendera HTI yang dilarang di Indonesia.

"Bendera hitam tersebut dilarang dikibarkan di NKRI", tegas Kapolres Minggu (18/8/2019).

Syamsu mengatakan, pelarangan bendera tersebut sama sekali tak terkait dengan kalimat tauhidnya, tetapi lebih pada bendera yang sudah menjadi ciri khas dan diklaim ormas terlarang.

"Jadi ini bukan masalah lafadz tauhidnya tapi pada bendera yang mana bendera yang seperti itu sudah diklaim oleh salah satu organisasi terlarang", jelasnya.

Pihak polisi pun telah memberi peringatan dan teguran keras kepada pihak sekolah agar hal tersebut tidak terulang kembali.

"Kami saat ini belum meningkatkan ke ranah pidana dan hanya memberi peringatan dan teguran karena mereka masih sekolah", ujarnya lagi.

Terkait insiden tersbeut, kapolres mengingatkan maayarakat Bukulumba agar tidak menyimpan atau memiliki bendera HTI karena pihaknya tidak segan akan menindak tegas.

"Kalau negara sudah melarang ya ikuti, jangan lagi melanggar bendera tersebut sudah dilarang di Indonesia".

Untuk menindaklanjuti insiden tersebut, pihaknya akan menggandeng sejumlah pihak untuk duduk bersama. Diantaranya dengan Pemda, Dikpora, kemenag, MUI, Muhammadiyah, GP Ansor, NU dan TNI untuk lebih meningkatkan pengawasan dan pemahaman terkait larangan HTI di wilayah NKRI beserta turunannya seperti bendera HTI.

"Besok kami akan agendakan pertemuan ini semoga semua pihak bisa hadir" pungkasnya.

Listingberita

Bagikan: