Sejumlah Ormas dan Tokoh Agama Tolak Kedatangan Sugi Nur ke Bondowoso

Sejumlah Ormas dan Tokoh Agama Tolak Kedatangan Sugi Nur ke Bondowoso

Tribunsantri.com - Rencana kedatangan Sugi Nur Raharja atau yang biasa memanggil dirinya Gus Nur ke Bondowoso mendapat penolakan dari sejumlah ormas dan tokoh agama.

Sugi Nur direncanakan mengahdiri acara pengajian bulanan rutin Tafsir Jalalain di Masjid Putra, Pondok Pesantren Al Ishlah, Desa Dadapan, Kecamatan Grujugan, kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Sabtu (07/09/2019).

Penolakan itu menurut Kapriyanto Ketua PC GP Ansor Bondowoso, dilakukan karena Gus Nur adalah salah satu penceramah yang sering menghina Kiai-kiai N.
Bahkan, kata Kapriyanto, dia (Gus Nur) juga sering mengeluarkan kata-kata kasar yang tidak sepantasnya diucapkan oleh seorang penceramah.

“Kami tolak datang ke Bondowoso ini untuk menjaga stabilitas dan kondusifitas kota Tape dari hal-hal yang berpotensi memecah belah kerukunan berbangsa, maupun ber-Negara, maka sepantasnya ustad Sugi Nur wajib ditolak untuk datang ke Bondowoso dengan," kata Kapriyanto pada media, Kamis (22/8/2019).

Kapri menambahkan, kedatangan Gus Nur di Bondowoso berpotensi mengusik Ukhuwah Islamiah yang sudah berjalan damai dan nyaman di kota ini.

Dia membeberkan, bahwa Gus Nur memiliki ‘track recor’ negatif di setiap melaksanakan ceramah, karen isinya sangat provokatif, serta berkutat pada tema-tema politik praktis serta hujatan kepada berbagai pihak.

Dia menuturkan sangat mudah sekali untuk mengetahui bagaimana isi cearamah Gus Nur yang sangat kasar dan berisi maki-makian itu.

”Di Sosial Media dan Youtube ada banyak kok tentng ceramah Gus Nur yang penuh dengan kata-kat negatif dan mengandung unsur ujaran kebencian,” ujarnya.

Pria yang pernah menjabat sebagai Ketua PC IPNU Bondowoso itu berharap agar Ponpes AL Islah bisa mengkaji kembali terkait kedatangan Sugi Nur untuk mengisi sebagai pembicra pengajian tersebut demi menjaga kondusifitas kabupaten Bondowoso.

Katanya, Ansor tidak ingin kejadian seperti di luar terjadi juga di kabupaten yang memiliki julukan Bondowoso Republik Kopi ini.

“Sugi Nur Raharja merupkan penceramah yang ‘abal-abal’, karena tidak memiliki keilmuan yang mempuni di bidang Agama Islam. Terbukti dia sempat mengakui sendiri tidak bisa baca kitab kuning,” pungkasnya.

Selain Ansor, penolakan juga datang dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bondowoso.

“Kami tidak ingin dengan ceramah yang akan disampaikan oleh Sugi Nur Raharja, dapat menimbulkan perpecahan di tengah-tengah masyarakat Bondowoso,” ungkap Fathor Rozi, Ketua PC PMII Bondowoso kepada media, Rabu (21/8/2019).

Fathor Rozi menambahkan, penolakan PMII terhadap rencana kedatangan Sugi Nur bukan tanpa alasan, karena selama ini ceramahnya sering berisi konten konten provokasi, terlebih sering melontarkan kata-kata ujaran kebencian kepada warga Nahdliyyin.

“Kami memohon kepada yang mulia keluarga besar pondok pesantren itu mengurungkan niatnya. Inj demi terciptanya ketenangan dan ketentaram masyarakat Bondowoso yang saat ini sudah rukun dan kondusif,” ujarnya.

Ormas lain yang menolak adalah Baladhika Karya Dewan Pimpinan Cabang (Depicap) Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur

"Saya, dengan tegas menolak kedatangan Sugi Nur Raharja ke Bondowoso, karena pidato-pidatonya mengandung unsur provokatif dan hate speech," terang Lutfiah Hariati,SH, Ketua Baladhika Karya Bondowoso, pada media, Jumat (23/8/2019).

Lutfiah mengungkapkan, Bondowoso pada saat ini sudah damai pasca Pilpres, Pilcaleg, dan pilbup. Jangan sampai gara-gara kedatangan Sugik Nur penceramah yang selama ini dikenal provokatif dan masih tersandung kasus ujaran kebencian kembali terjadi gesekan-gesekan
akibat ulah dari segelintir orang itu.

Menurut Lutfiah, Sugi Nur itu orang yang tidak punya kapabilitas untuk menyatukan ummat, tapi justru yang ada berpotensi memecah belah ummat.

"Kami memohon kepada pihak Ponpes Al-Islah untuk mempertimbangkan kembali atas dihadirkanya Sugi Nur Raharja. Tema pengajian "Tambenah Ateh", tapi yang diundang Sugi Nur, kontradiktif sekali dengan apa yang kita lihat selama ini," akunya.

Dia menuturkan, sudah kita saksikan bagaimana cara berdakwahnya dia (Sugi Nur) yang beredar di Yutube, banyak berisi ujaran kebencian, penghinaan kepada kelompok lain dan melontarkan kata-kata kotor. Banyak kesalahan-kesalahan yang dibuat dalam isi ceramahya itu.

"Saya rasa para ulama' sudah memahami siapa, bagaimana si Sugi Nur yang pidatonya mengandung unsur provokatif atau hate speech itu," terangnya.

Katanya, dalam waktu dekat Baladhika Karya Bondowoso akan berkirim surat melakukan permohonan secara resmi kepada pihak-pihak yang berwenang untuk tidak mengijinkan kehadiran Sugi nur di Bondowoso.

Sementara, Wahyudi, salah seorang pengurus Pompes Al-Islah membernarkan jika Sugi Nur Raharja bakal datang mendatang ke pesantren.

Wahyu mengaku, maksut kedatangan Gus Nur menurut ke Ponpes Al-Islah pada 7/9 nanti untuk menepati janjinya kepada Almarhum KH Maksum.


"Memang benar Gus Nur bakal rawuh (datang) ke pondok untuk menepati janji dab ziaroh kemakam almarhum KH Maksum. Mengenai akan mengisi pengajian yang tau adalah ketua pondok," pungkasnya.


Suaraindonesia

Bagikan: