Ryamizard: Liberal, Komunis, Wahabi Tak Boleh Ganti Pancasila

Ryamizard: Liberal, Komunis, Wahabi Tak Boleh Ganti Pancasila

Tribunsantri.com - Menteri Pertahanan RyamizardRyacudu mengatakan bahwa Pancasila adalah perekat dan tidak bisa ditawar-tawar lagi.

"Kalau perekat tidak lengket, bangsa akan hancur. Itu tidak boleh terjadi. Semua bangsa harus tahu kalau Pancasila diutak atik dilemahkan, bangsa akan lemah. Pancasila nomor satu," kata Ryamizard di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin, 12 Agustus 2019.

Ryamizard mengatakan, ada banyak idelogi di dunia, seperti liberal, komunis, Islam, wahabi. Keempat ideologi itu bersifat lahiriah dan ada pembuatnya. Sedangkan Pancasila bersifat batiniah dan dibuat berdasarkan menggali dari budaya-budaya dan rahmat Allah SWT.

Menurut dia, setiap negara juga memiliki konsep ideologinya sendiri sebagai simbol pemersatu yang khas dan pas. Misalnya, komunisme untuk Cina, Korea Utara, dan Rusia. Kemudian monarki untuk Inggris, liberal untuk Amerika Serikat, dan syariat Islam berbasis wahabisme untuk Arab Saudi dan beberapa negara Timur Tengah.

Ryamizard mengatakan, ideologi yang dianut negara-negara tersebut patut dihormati. Namun, keberadaan ideologi tersebut tidak boleh ada di Indonesia.

 "Ideologi di atas tidak boleh mengalahkan, mengganti ideologi Pancasila," ujarnya.

Bangsa Indonesia harus bersyukur dan bangga memiliki ideologi Pancasila sebagai dasar negara. Ryamizard menilai, dengan adanya dasar negara yang kuat, suatu bangsa tidak akan mudah terombang ambing dari dalam maupun luar. Selain itu, ideologi negara juga bintang penuntun yang memberikan orientasi pembangunan bangsa ke depan.

Tempo

Bagikan: