Polisi: Razia Buku Dilarang, Brigade Muslim Indonesia akan Kami Periksa

Polisi: Razia Buku Dilarang, Brigade Muslim Indonesia akan Kami Periksa

Tribunsantri.com - Pihak kepolisian menegaskan razia buku yang dilakukan oleh kelompok Brigadir Muslim Indonesia (BMI) tidak boleh dilakukan. Dia pun akan memeriksa pihak BMI yang melakukan razia di Gramedia.

"Razia buku itu dilarang. Yang berhak melakukan razia adalah aparat penegak hukum," kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Dicky Sondhani dilansir detikcom, Senin (5/4/2019).

Dicky menegaskan akan memeriksa BMI selaku pihak yang mendatangi Gramedia pada Sabtu (3/8) kemarin.

"BMI akan kita periksa," tegas Dicky.

Sebelumnya, (BMI) melakukan razia terhadap buku buku yang dianggal berbau komunis, termasuk buku milik Franz Magnis Suseno. Mereka menyebut buku milik Franz menyebarkan ajaran Karl Marx setelah membaca sinopsis buku.

"Kita ini tidak bisa buka itu buku karena disegel, tetapi sinopsisnya itu memang mengarah ingin menjelaskan pemikiran pemikiran Karl Marx, makanya kami menganggao dan menduga ada indikasi," kata Ketua BMI Muhammad Zulkifli saat berbincang dengam detikcom, Senin (5/8/2109).

Dia menyebut informasi soal buku yang menyebarkan paham komunisme berada dari warga. Zulkifli mengatakan pihak pun telah berkoordinasi dengan bagian Intel Polrestabes Makassar dan Intel Kodam Hassanuddin.

"Saya sama sama intel Kodam turun kok. Jadi kita ini bertindak berusaha berkoordinasi tidak melanggar hukum, tapi kalau kami berkoordinasi dengan pihak kepolisian, pihak TNI selau beliau mengarahkan ke kami, selalu mendahulukan tindakan persuasif," terangnya.

Salah satu buku yang kelompok itu razia adalah milik Franz Magnis Suseno.

"Buku-bukunya Franz Magnis kalau tidak salah yang salah satunya mereka sita,'' Kata GM Corporate Communication Gramedia Saiful Bahri.

"Kalau tidak salah kan ini kan buku ilmiah," sambungnya.

Detikcom

Bagikan: