Pernyataannya Soal Buronan Rad1kal Arab Dikritik, Ini Jawaban Mahfud Md

Pernyataannya Soal Buronan Rad1kal Arab Dikritik, Ini Jawaban Mahfud Md

Tribunsantri.com - Ketua Dewan Pertimbangan Majlis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin ikut mengomentari pernyataan ketua Gerakan Suluh Kebangsaan (GSK) Mahfud Md soal adanya tokoh radikal masuk ke Indonesia membawa dana dengan jumlah besar dari Arab Saudi. 

"Pernyataan Mahfud MD bahwa ada pengusaha Arab membawa uang untuk membantu kelompok radikal di Indonesia bernada tuduhan dan menciptakan keresahan di kalangan masyarakat. Maka sebaiknya Mahfud MD menjelaskannya dan melaporkannya ke kepolisian," ungkap Din. 

"Kalau tidak melaporkan maka itu sama dengan melempar isu atau menyebar fitnah yang berbahaya bagi kerukunan bangsa," imbuhnya.

Menjawab hal itu, Mahfud Md menegaskan, apa yang ia sampaikan bukan fitnah.

Mahfud mengaku informasi yang didapatnya berasal dari Arab sendiri dan juga telah dikoordinasikan ke Badan Intelijen Negara (BIN) dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

"Bkn memfitnah Arab, justru info ini dari Arab sendiri. Di Saudi bnyk ditangkap orang2 radikal, yg blm ditangkap (dgn uang melimpah) lari ke berbagai negara, termasuk ke Indonesia. Kemarin sore Gerakan Suluh Kebangsaan (GSK) juga mengonfirmasi ini dgn BIN dan BNPT dlm closed FGD," tulis Mahfud MD.

Bekas Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini mengatakan jika informasi yang disampikannya bukanlah hal baru.

"Berita bhw di Saudi banyak kaum radikalis yg ditangkap dan yg blm ditangkap lari Asia Tenggara sebenarnya bkn berita baru dan sdh sering diungkapkan. Semula tenang2 sj, tp bgt saya ikut ngomongkan tiba2 jd berita besar dan ditanggapi scr besar2an. Alhamdulillah, kalau begitu."

Sama halnya, tentang penangkapan pangeran dan pejabat-pejabat di Arab Saudi karena terlibat korupsi lalu disebut sebagai fitnah. Padahal berita itu benar adanya.

"Sama halnya dgn penangkapan pengeran2 dan pejabat2 tertentu beberapa waktu yg lalu di Saudi Arabia krn korupsi. Katanya itu fitnah krn di negara Islam spt Arab Saudi sulit ada korupsi. Pdhal berita itu dilansir oleh Kerajaan Saudi sendiri yg disiarkan di media2 internasional jg," kata Mahfud. [Tribunsantri/FA]

Bagikan: