Panglima TNI: Bela Negara Bagian dari Iman

Panglima TNI: Bela Negara Bagian dari Iman

Tribunsantri.com – Rad1kalisme, ekstr1misme, dan teror1sme masih menjadi ancaman nyata dalam negeri. Sinergitas pemerintah, militer, dan masyarakat sipil juga sangat diperlukan untuk menjaga kondusifitas dalam membela negara.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto berkunjung ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Senin (5/8) guna memperkuat sinergitas tersebut dalam rangka membahas bagaimana menjaga kesatuan dan persatuan bangsa, serta membela negara.

“Hubbul wathan minal iman. Jadi, membela negara adalah bagian dari iman,” tegas Panglima TNI yang juga masuk sebagai keanggotaan Pengurus Besar Majelis Dzikir Hubbul Wathan (PB MDHW).

Hal tersebut, kata perwira kelahiran November 1983 itu, secara otomatis sudah menjadi bagian dari tugas pokok TNI.

Sebetulnya, jelas Marsekal Hadi, kunjungannya tersebut bertujuan silaturahim mengingat sudah lama belum jumpa lagi dengan Kiai Said dan PBNU. Hal itu dikarenakan kesibukannya dalam mengawal jalannya pemilihan umum (pemilu) yang telah berlangsung.

“Untuk silaturahmi aja karena sudah lama tidak ketemu terkait kesibukan saya melaksanakan keamanan Pileg dan Pilpres apalagi waktu itu hampir delapan bulan kita melaksanakan pengamanan untuk proses kampanye,” katanya saat konferensi pers usai berbincang lebih dari satu jam.

Selain itu, Panglima TNI asal Malang itu juga menyampaikan kunjungannya guna berlebaran karena belum ada kesempatan untuk bertemu setelah Hari Raya Idul Fitri 1440 H pada bulan Juni lalu. “Hari ini saya silaturahmi beliau dan sekalian lebaran karena lebaran juga belum ketemu sama beliaunya,” katanya.

Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh para ketua PBNU KH Abdul Manan Abdul Ghani, H Marsudi Syuhud, H Robikin Emhas, H Eman Suryaman, HM. Sulton Fatoni, Sekretaris Jenderal H Ahmad Helmy Faishal Zaini, Bendahara Umum H Bina Suhendra, Wakil Sekjen H Imam Pituduh, H Iqbal Sulam.

Hadir pula Ketua Pengurus Pusat Lembaga Pendidikan Maarif H Zainal Arifin Junaedi dan Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Majelis Dzikir Hubbul Wathan (MDHW) Hery Heryanto Azumi. 

NUOnline

Bagikan: