Wali Kota Surabaya Ajak Ibu Nyai Tangkal Paham Radikal

Wali Kota Surabaya Ajak Ibu Nyai Tangkal Paham Radikal

Tribunsantri.com - Masalah gerakan radikal hendaknya menjadi keprihatinan berbagai pihak, termasuk ibu pengasuh pesantren dan pengampu majlis taklim. Karena hingga kini masalah radikalisme telah menyerang anak dan perempuan.

Penegasan disampaikan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini saat hadir pada Silaturahim Nasional Bu Nyai Nusantara.  Kegiatan digelar di salah satu hotel di kawasan kota pahlawan tersebut selama dua hari, Sabtu hingga Ahad (13-14/7).

Dalam pandangan Risma, keberadaan silaturahim yang menghadirkan para ibu pengasuh pesantren dan pegiat majlis taklim tersebut sangat penting. Sebab, dapat menjadi wadah dalam mencari solusi bersama atas kebutuhan umat, seperti menangkal gempuran paham radikal yang banyak menyasar masyarakat.

"Saya kira ini bagus karena seluruh potensi harus kita kerahkan, terutama untuk masalah radikalisme karena sudah menyerang anak-anak dan perempuan,” kata Risma, Sabtu (13/7).

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, dalam penjelasannya juga telah mengajak sejumlah organisasi kemasyarakatan untuk menangkal keberadaan paham radikal di tengah masyarakat. Salah satunya dengan menggelar pengajian rutin di Masjid Al-Muhajirin di lingkungan Pemkot Surabaya.

Besarnya tantangan yang dihadapi masyarakat harus juga menjadi tanggung jawab bersama, sehingga seluruh kekuatan bergerak. “Jika seluruh Nusantara bergerak tidak akan ada lagi ketakutan. Memang kita harus bergerak bersama untuk menyelamatkan generasi bangsa,” ungkapnya.

Itu juga yang dilakukan Pemkot Surabaya yang gemar menyapa sejumlah lembaga pendidikan formal untuk menebar pesan keindahan Islam yang damai dan mengajarkan nilai-nilai toleransi antarumat beragama.

Pada kesempatan tersebut, Risma juga membagikan scarf sutra buatan UMKM Dolly binaan Pemkot. “Saya bagikan scarf sutra buatan Dolly ini sebagai cinderamata,” ucap Risma seraya mengalungkan scarf kepada perwakilan peserta silaturahim.

Hadir pada kegiatan tersebut beberapa tokoh di antaranya Ketua PBNU, H Saifullah Yusuf, Ketua PWNU Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar, Ketua RMI Pusat sekaligus Staf Khusus Presiden bidang Keagamaan Domestik, H Abdul Ghofar Rozin, serta Ketua PW RMI Jawa Timur H Agus M Zaki Hadzik. Bergabung pula Menteri Pemuda dan Olahraga H Imam Nahrawi. 

NUOnline

Bagikan: