Menhan soal Pemulangan WNI Eks ISIS: Kalau Tak Mau Insaf, Nggak Bisa!

Menhan soal Pemulangan WNI Eks ISIS: Kalau Tak Mau Insaf, Nggak Bisa!

Tribunsantri.com - Ratusan warga negara Indonesia (WNI) eks kombatan ISIS di Suriah ingin kembali pulang ke Tanah Air. Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu memberikan persyaratan agar bersumpah setia kepada Pancasila dan bertobat. 

"Janji dulu, kalau jadi ISIS ya nggak usah saja. Kalau nggak mau insaf, ya nggak bisa," kata Ryamizard di gedung Kementerian Pertahanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Selasa (9/7/2019).

Ryamizard mengatakan eks kombatan ISIS itu harus berjanji tidak terlibat kembali dengan jaringan tersebut. Menhan mengatakan harus ada perjanjian secara lisan dan tertulis. 

"Janji dulu nggak begitu-begitu lagi, kalau melanjutkan di sini ya bahaya dong. (Perjanjian) ya duanya dong (tertulis dan lisan)," lanjutnya. 

"Kalau perlu kita datang ke sana. Bersetia sama Pancasila, itu aja. Janji benar. Kita ini bangsa yang berperikemanusiaan, tapi kalau kita datang langsung gabung sana, gabung sini kan rusak nanti. Nggak boleh, janji dulu, nggak boleh berbuat macam-macam," kata dia. 

Pada akhir 2018, Ryamizard menyebut ada 700 pejuang ISIS yang berasal dari Indonesia. Ratusan orang itu telah ikut bertempur di Suriah dan Irak. 

"Berdasarkan data intelijen, ada sekitar 31.500 pejuang ISIS asing yang bergabung di Suriah dan Irak. Dari jumlah tersebut, 800 berasal dari Asia Tenggara serta 700 dari Indonesia," kata Ryamizard di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, 8 November 2018.

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengatakan pemulangan orang Indonesia yang sempat bergabung dengan ISIS tersebut tidaklah mudah. Menurutnya, harus ada rapat yang melibatkan berbagai pihak terkait pemulangan mereka. Namun hingga kini belum dirumuskan soal pemulangan tersebut.

"Harus dirapatkan pasti dari berbagai sisi. Dari sisi Kemenko Polhukam dari sisi Ketenagakerjaan, dari sisi Kementerian Sosial dan seterusnya. Belum dirumuskan," kata Moeldoko di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (24/6). [Detik]

Bagikan: