Gus Sholah: Saya Terlalu Tua Dicalonkan sebagai Ketum PBNU

Gus Sholah: Saya Terlalu Tua Dicalonkan sebagai Ketum PBNU


Tribunsantri.com - Pengasuh Ponpes Tebuireng Jombang, KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) memberi sinyal tak bersedia dicalonkan lagi sebagai ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar ke-34 NU tahun depan.


“Waduh terlalu pagi ya. Saya sih merasa sudah terlalu tua,” kata Gus Sholah. 


Seperti diketahui, Gus Sholah sempat dua kali dicalonkan sebagai Ketum PBNU, yakni di Muktamar ke-32 NU Makassar (2000) dan Muktamar ke-33 NU Jombang (2015). Di kedua muktamar tersebut, KH Said Aqil Siroj terpilih sebagai ketum PBNU.


Tak hanya memberi sinyal tak bersedia dicalonkan lagi, Gus Sholah juga masih enggan menyebut siapa tokoh NU yang layak dan akan didorong sebagai calon Ketum PBNU. “Belum tahu ya, kita lihat sajalah ke depannya ini,” ucapnya.


Terpenting, tandas Gus Sholah, orang seperti apa yang diperlukan untuk memimpin NU pasca Kiai Said dengan kriteria awal bahwa calon tersebut secara fitrah bukan politisi.


“Dia organisatoris, akademisi, dan punya pengalaman rekam jejak sebagai organisator serta bisa membawa NU sebagai organisasi yang tertata baik,” katanya. [Barometerjatim

Bagikan: