2 Remaja Offroad Lindas Kuburan, PBNU: Hormati yang Hidup dan Mati

2 Remaja Offroad Lindas Kuburan, PBNU: Hormati yang Hidup dan Mati

Tribunsantri.com - Video dua remaja di Pasuruan yang 'offroad' di kuburan viral di media sosial. Mereka telah meminta maaf dan menyatakan aksi tersebut dilakukan sekadar iseng dan hanya untuk lelucon belaka.

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengatakan tak semestinya hal tersebut dilakukan. Wasekjen PBNU KH Masduki Baidlowi mengingatkan, selain kepada yang hidup, manusia harus menghormati yang sudah mati.

"Kita diajarkan sedemikian rupa agar menghormati orang mati atau kepada orang-orang yang ada di kuburan. Kalau kemudian kuburan itu dijadikan tempat naik sepeda motor, kebut-kebutan, itu tidak karuan secara spiritual. Itu tidak benar. Memang dibutuhkan pendidikan yang baik dari keluarga, dari sekolah bagaimana etika kita bukan hanya hormat kepada yang hidup," kata Masduki, Kamis (25/7/2019).

Dia mengatakan rasa hormat kepada yang hidup dan yang mati mesti diajarkan, baik di lingkungan keluarga maupun lingkungan pendidikan. Masduki kemudian menjelaskan etika yang diajarkan Nabi Muhammad agar umat Islam menghormati orang yang sudah meninggal.

"Rasulullah setiap lewat kuburan selalu memberikan salam kepada ahli kubur, assalamualaika ya ahlal kubur, yang artinya salam sejahtera kepada kalian para penghuni kubur, insyaallah kami akan berjumpa denganmu," tuturnya.

"Kedua, kita dianjurkan berziarah ke kuburan, datang ke kuburan. Karena kata Rasulullah, hal itu bisa mengingatkan kita akan mati. Bahwa kita semua ini akan mati. Itu artinya ajaran kita sedemikian rupa agar kita menghormati orang mati atau kepada orang-orang yang ada di kuburan," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah PBNU KH Robikin Emhas mengatakan tak semestinya kuburan jadi arena balapan motor. Dia berharap peristiwa ini tidak terulang dan ditiru orang lain.

"Saya husnuzan bahwa perbuatan dua remaja itu disebabkan karena ketidakpahaman mengenai ajaran Islam dalam memperlakukan orang yang sudah meninggal dunia," kata Robikin.

"Di sinilah pentingnya penanaman nilai agama. Akidah, syariah, dan akhlak perlu diajarkan dan diamalkan dalam satu tarikan napas. Satu sama lain tidak dipisahkan hingga seakan tidak terkait sama sekali. Dan sekolah serta orang tua memiliki peran penting mengedukasi hal-hal seperti ini," imbuhnya.

Diketahui, peristiwa remaja 'offroad' di kuburan terjadi di Dusun Menangas Wetan, Desa Kebonrejo, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan. Adapun dua orang yang melakukan 'offroad' itu berinisial HM (17) dan ZA (12).

Hingga saat ini, HM dan ZA masih berada di Mapolsek Grati. Tidak hanya mereka, polisi juga mengamankan FW dan UM. FW diamankan sebagai perekam video yang viral, sedangkan UM sebagai pengunggah video tersebut. [Detik]

Bagikan: