Setelah Putusan MK, GP Ansor: Gelanggang Sudah Ditutup

Setelah Putusan MK, GP Ansor: Gelanggang Sudah Ditutup

Tribunsantri.com - Indonesia kini menghadapi babak baru. Seiring dengan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyatakan menolak gugatan pasangan calon presiden (paslon) Prabowo-Sandi. Artinya, lima tahun ke depan Jokowi bersama KH Ma’ruf Amin memimpin Indonesia.

Atas keputusan tersebut, Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Gus Yaqut Cholil Qoumas meminta kepada semua pihak, termasuk para pendukung untuk mematuhi keputusan MK.

”Keputusan Mahkamah Konstitusional sifatnya final dan mengikat. GP Ansor meminta kepada pihak yang bersengketa patuh pada hasil putusan MK sebagai landasan utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar gus Yaqut Cholil Qoumas, Kamis (27/6).

Dia mengimbau kepada para pendukung pasangan calon agar berlaku damai dalam menyikapi keputusan MK.

“Jangan mudah terprovokasi karena kita percaya MK dalam memutus perkara. Yakni berlaku adil berdasarkan alat bukti dan fakta persidangan. Bagi yang kalah dibutuhkan kedewasaan menyikapi kekalahan itu,” ujar Gus Yaqut.

Dia menyadari bahwa keputusan sidang tidak akan memuaskan pihak yang kalah. Akan tetapi hasil itu harus diterima. Sebab, kemenangan yang utama dari pemilihan umum adalah keutuhan kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Sekian bulan rakyat berbeda pilihan sesuai dengan keyakinan akan pilihannya. Ketika sudah diputuskan siapa yang menang, saatnya bersatu memikirkan bangsa ini. Mari terima dengan ikhlas,” ungkap dia.

GP Ansor mengimbau kepada seluruh elemen bangsa termasuk kader GP Ansor dan Banser untuk tetap tenang, menjaga kondusivitas, serta tidak melakukan aksi kekerasan dan tindak pelanggaran hukum lainnya.

“Proses penyelesaian sengketa melalui koridor hukum memberikan pelajaran kepada kita semua untuk berdemokrasi secara sehat, memanfaatkan saluran yang semestinya serta bermartabat,” tegasnya.

GP Ansor mengajak kepada seluruh elemen bangsa untuk kembali beraktivitas secara normal, kembali bersatu padu bekerja sama membangun negeri.

“Energi kita akan terbuang percuma jika hanya memikirkan pertarungan yang sudah tidak diperlukan lagi. Gelanggang kompetisi pilpres dan pileg sudah ditutup. Mari kita berpikir demi bangsa, sudahi perselisihan.” [jawapos]

Bagikan: