Terkuak, Dosen Penyebar Ujaran Kebencian People Power Pernah Sebut Bom Surabaya Perlakuan Intel Jokowi

Terkuak, Dosen Penyebar Ujaran Kebencian People Power Pernah Sebut Bom Surabaya Perlakuan Intel Jokowi

Tribunsantri.com - Tertangkapnya dosen pascasarjana di Bandung, Solatun Dulah Sayuti oleh Ditreskrimsus Polda Jabar menguak sejumlah fakta mencengangkan.

Salah satunya adalah Solatun yang tidak lain adalah seorang dosen pascasarjana di sebuah universitas swasta di Kota Bandung.

Solatun juga tercatat sebagai kader Partai Bulan Bintang dan menjadi caleg DPR RI di Dapil VIII Jawa Tengah di Pemilu 2019 lalu.

Di laman KPU, ternyata benar bahwa Solatun Dulah Sayuti adalah caleg. Ia terdaftar dengan nama Dr. Solatun, S.Ag M.Si.

Solatun sebelumnya diketahui mendaftar sebagai caleg DPR RI dan diajukan secara resmi oleh DPW PBB Jawa Barat pada 1 Mei 2018.

Terkuak, Dosen Penyebar Ujaran Kebencian People Power Pernah Sebut Bom Surabaya Perlakuan Intel Jokowi

Ada fakta mencengangkan bahwa Solatun sebelumnya sudah pernah ‘berulah’ melalui akun media sosial miliknya.

Yakni akun medsos yang sama yang digunakannya untuk menyebar ujaran kebencian people power yang membuatnya ditangkap.

Saat itu, Solatun mengunggah tangkapan layar sebuah percakapan dari akun bernama Habibie_al.fatih.

Dalam tangkapan layar tersebut, sang akun menyampaikan perkembangan terkait teror bom Surabaya yang menyasar tiga gereja.

Unggahan itu sendiri tercatat tertanggal 15 Mei 2018 atau dua hari pasca serangan teror bom yang pertama.

PERKEMBANGAN TERAKHIR KEL DITA DIJEBAK, DISURUH JADI KURIR BARANG DIKASIH DP 10 JUTA SISANYA 90 JTA DIKASIH KLAU BOX SDAH DITERIMA.

TERNYATA SUTRADATA MENGINTIP DIBELAKANG BAWA REMOTE CONTOROLE…DAN BLUSHHH…NYAWA MELAYANI 

MEREKA DITIPU TERNYATA ISINYA BOM.
SYA BERDUKA CITA ATAS SELURUH KORBAN BOM SURABAYA.


MEREKA ORANG RAK BERDOSA DIKORBANKAN DEMI RAKUSNYA KEKUASAAN.


Terkuak, Dosen Penyebar Ujaran Kebencian People Power Pernah Sebut Bom Surabaya Perlakuan Intel Jokowi

Demikian bunyi tulisan dalam tangkapan layar tersebut yang kemudian diunggah Solatun di akun medsos miliknya.

Namun, Solatun membubuhinya dengan caption yang tak kalah membikin geleng-geleng kepala.
Dia menulis bahwa teror bom Surabaya itu adalah perbuatan intel pemerintahan Jokowi.

Masih adakah
J.O.K.O.W.E.R.S
yg mau menyangkal bahwa INTEL PEMERINTAH JOKOWI YG BIKIN TEROR SURABAYA??????

Terkuak, Dosen Penyebar Ujaran Kebencian People Power Pernah Sebut Bom Surabaya Perlakuan Intel Jokowi

Demikian caption yang disematkan Solatun dalam unggahan tersebut.

Sayangnya, usai mengunggah, Solatun ‘melarikan diri’ dengan cara menonaktifkan akun medsosnya dan menghilang.

Saat itu, disebutkan Solatun tercatat menjadi staf pengajar (dosen) di sebuah universitas swasta di Palembang.

Jadi, pengakuannya yang menyebut bahwa Solatun tidak sengaja dan mengaku khilaf memposting ujaran kebencian people power itu benar-benar tidak sengaja seperti penuturannya?

Silahkan Anda nilai sendiri…[pojoksatu]

Bagikan: