Polisi Dalami Hubungan Pengancam Jokowi dan Kelompok Poso

Polisi Dalami Hubungan Pengancam Jokowi dan Kelompok Poso

Tribunsantri.com - Polisi bakal mengusut keterkaitan tersangka pengancam Presiden Joko Widodo berinisial HS dengan kelompok di Poso, Sulawesi Tengah.

Pengusutan itu dilakukan lantaran dalam video yang viral di media sosial itu, HS sempat mengatakan bahwa dirinya berasal dari Poso. HS sendiri diketahui memiliki rumah di Palmerah, Jakarta Barat.

"Masih kita dalami ya (hubungan HS dengan kelompok di Poso)," kata Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam Indradi di Mapolda Metro Jaya, Senin (13/5).

HS saat ikut berdemo di depan gedung Bawaslu, Jumat pekan lalu, mengucapkan kata-kata ancaman kepada Jokowi. Aksi HS terekam video dan langsung viral di media sosial.

"Dari Poso nih, siap penggal kepala Jokowi, Jokowi siap lehernya kita penggal kepalanya demi Allah," kata HS dalam video tersebut.

Polisi menangkap HS di Perumahan Metro, Parung, Kabupaten Bogor pada Minggu (12/5) pagi sekitar pukul 08.00 WIB.

HS berada di Parung lantaran melarikan diri setelah mengetahui bahwa video yang berisi pernyataannya itu viral di media sosial. HS pun dijerat dengan pasal 104 KUHP tentang makar.

"Tersangka dijerat Pasal 104 KUHP dan atau Pasal 110 KUHP, Pasal 336 dan Pasal 27 Ayat 4 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik karena yang bersangkutan diduga melakukan perbuatan dugaan makar dengan maksud membunuh dan melakukan pengancaman terhadap presiden," tutur Ade di Mapolda Metro Jaya.

Selain menangkap HS, polisi juga masih mengejar orang yang merekam ancaman HS kepada Jokowi. 

HS sendiri dalam pemeriksaan mengaku tidak kenal dengan orang yang merekam aksinya. Sementara polisi menduga orang itu berasal dari Sukabumi, Jawa Barat. [cnn]

Bagikan: