Novel Bamukmin: KPU Harus Tunduk Pada Ulama

Novel Bamukmin: KPU Harus Tunduk Pada Ulama

Tribunsantri.com - Ketua Media Center Persaudaraan Alumni (PA) 212, Novel Bamukmin meminta KPU bersikap adil dalam Pemilu 2019.

Novel juga minta KPU tunduk pada ulama bukan malah kepada pengkhianat bangsa.

Sebab kata dia, ulama punya andil besar dalam memerdekakan bangsa Indonesia.

"Negara ini dimerdekakan oleh ulama, seharusnya mereka ini lebih tunduk kepada ulama bukan kepada pengkhianat bangsa," kata Novel di atas mobil komando di depan gedung KPU RI, Jakarta Pusat, Jumat (1/3/2019).

Novel melontarkan orasinya dengan menggebu-gebu, lantang berbicara.

Menurut dia, jika KPU berani membela iblis maka umat Islam akan lebih berani untuk membela agamanya dan Pancasila.

"Kalau mereka berani bela iblis maka kita lebih berani untuk bela agama Allah, bela Pancasila," ucap Novel diiringi seruan Takbir seperti dilansir Tribunnews.

Sementara itu, Menko Polhukam Wiranto meminta agar dugaan terjadinya kecurangan pada Pemilu Serentak 2019 dilaporkan ke Mahkamah Konstitusi (MK) atau Bawaslu. Wiranto meminta agar prosedur perselisihan hasil pileg atau pilpres dibawa ke jalur hukum yang ada. 

"Ya kecurangan kan sudah ada wadahnya. Kecurangan apa pun sudah ada wadahnya. Jadi nggak bisa kemudian mengklaim kecurangan itu suatu kebenaran, ada wasitnya di sini," ujar Wiranto kepada wartawan di kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (29/4/2019).

Bila dugaan kecurangan terjadi di daerah, bisa dilaporkan ke Bawaslu. Demikian juga dengan perselisihan hasil pilpres-pileg bisa dibawa ke MK.


"Kalau menyangkut selisih suara yang cukup signifikan ada MK, kan begitu. Lalu untuk apa?" kata Wiranto menjawab pertanyaan soal ijtimak ulama. 

Bagikan: