Yakinlah, Kebohongan Prabowo Bakal Terbongkar

Yakinlah, Kebohongan Prabowo Bakal Terbongkar

Tribunsantri.com - Relawan Arus Bawah Jokowi (ABJ) menggelar syukuran untuk kemenangan Joko-Ma’ruf di Pilpres 2019, Kamis (25/4/2019) malam.

Syukuran bertema ‘Perjalanan Mengawal Kemenangan Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin’ itu digelar di Rumah Aspirasi #01, Menteng, Jakarta Pusat.

Dalam syukuran itu, Ketua Umum ABJ, Michael Umbas menantang kubu Prabowo-Sandi mengeluarkan data yang menjadi dasar klaim kemenangan duet bernomor 02 itu.

Sebab, Umbas meyakini klaim kemenangan duet usungan Koalisi Indonesia Adil Makmur itu didasari kebohongan.

“Kami lihat siapa yang menang. Ada di mana, disimpan di mana, tidak bisa ditutupi kebohongan mereka mulai terlihat,” kata Umbas.

Menurut Umbas, ada penyesatan informasi dengan mengklaim sebagai pemenang Pilpres 2019 tanpa didasari data dan fakta.

“Kami tahu kebohongan itu akan jatuh dan bertumbangan,” tuturnya.

Lebih lanjut Umbas mengatakan, keunggulan Jokowi-Ma’ruf merupakan bentuk kemenangan rakyat.

“Kami bersyukur apa pun yang kami lalui, pada akhirnya kita bisa meraih kemenangan yang kita cita-citakan,” kata dia.

Sementara, Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Hasto Kristiyanto yang turut hadir dalam acara tersebut kembali melontarka tantangan ke kubu Prabowo-Sandi.

Tidak lain untuk buka-bukaan hasil penghitungan suara yang selama ini diklaim mencapai angka kemenangan 62 persen.

Sebaliknya, jika klaim tersebut ternyata tak dibarengi dengan bukti, maka Prabowo-Sandi hanya melakukan kebohongan publik saja.

“Kalau itu tidak bisa dilakukan, artinya kebohongan politik dilakukan di hadapan rakyat Indonesia,” tegasnya.

Ajakan untuk membuka data masing-masing tim pemenangan, menurut Hasto, sangat positif bagi demokrasi.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan ini juga merasakan transparansi data tersebut adalah bentuk kewajiban.

“Klaim sepihak itu harus didukung dengan datum yang akurat, akuntabel dan bisa dipertanggungjawabkan proses menghitungnya,” katanya.

Anak buah Megawati Soekarnoputri itu pun kembali melontarkan tantangannya untuk saling buka-bukaan data.

“Karena itu kami meminta sederhana ke BPN, sesuai tuntutan masyarakat, untuk membuka pusat rekapitulasinya,” tantang Hasto. [Pojoksatu]

Bagikan: