TKN Jokowi Apresiasi Amanat dari PBNU: Harus Direalisasikan

TKN Jokowi Apresiasi Amanat dari PBNU: Harus Direalisasikan

Tribunsantri.com  - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin berterima kasih kepada Nahdlatul Ulama atas amanat yang diberikan untuk periode kedua Jokowi. TKN menilai amanat itu harus dijalankan Jokowi sebagai sebuah tanggung jawab.

"Kami ucapkan terima kasih kepada PBNU yang berikan apresiasi yang merupakan amanat kebangsaan yang harus dilakukan oleh Jokowi-Ma'ruf Amin. Ini amanat yang menjadi tanggung jawab untuk direalisasikan. Dan amanat yang diterima betul bermanfaat bagi Indonesia," ucap Direktur Relawan TKN, Maman Imanulhaq, saat dihubungi, Senin (22/4/2019).

Baca juga : Amanat PBNU kepada Pasangan H Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin

Surat amanat PBNU kepada Jokowi ditandatangani oleh petinggi PBNU seperti penanggung jawab Rais Aam PBNU KH Mitachul Akhyar, Katib Aam Yahya C Staquf, Ketua Umum KH Said Aqil Siroj, dan Sekretaris Jenderal Hemly Faishal Zainy. Ada lima poin yang disampaikan, salah satunya soal pembentukan karakter di pesantren.

PBNU menyebut, pemberian amanat sebagai langkah strategis. "Nahdlatul Ulama memandang diperlukan langkah strategis guna mengimplementasikan cita-cita membangun bangsa yang maju, bermartabat, serta berperadaban mulia," tulis PBNU dalam amanatnya.

Salah satu amanat yang disampaikan PBNU mengenai pendidikan karakter. PBNU berharap pasangan Jokowi-Ma'ruf dapat memberikan perhatian yang lebih terhadap pendidikan pesantren.

PBNU dalam amanatnya berharap lewat sektor pendidikan, pembangunan manusia dilakukan dengan menitikberatkan pada Pendidikan Karakter. Salah satu ruang ialah memberi perhatian lebih kepada Pendidikan Pesantren.

Maman yang pernah menjabat sebagai Ketua Lembaga Dakwah (LD) PBNU menyebut Jokowi sudah memperhatikan pesantren sejak periode tahun 2014-2019. Jokowi melakukan beberapa hal seperti penetapan Hari Santri dan balai pelatihan di masyarakat

"Itu (amanat PBNU) menjadi kebijakan secara menyeluruh, mencerdaskan kehidupan bangsa (harus) libatkan pesantren yang konkret, apakah itu infrastrukturnya, apakah meningkatkan para pengajar atau ustaz. Periode pertama ada BLK (Badan Latihan Kerja) di pesantren, itu sediakan pos kesehatan di pesantren. Itu akan dikuatkan," kata Maman.

Selain soal pendidikan, ada empat poin yang disorot PBNU dalam amanatnya. Keempat hal tersebut yakni pembangunan manusia berbasis pada nilai moderatisme, pembangunan ekonomi berbasis pemerataan, mendorong gagasan ekonomi keumatan dan ekonomi Islam, dan membangun iklim berbangsa dan bernegara yang sejuk berasaskan pada nilia-nilai moderatisme. [Detik]

Bagikan: