Sandi Sebut Kabar Ingin Masuk Kabinet Jokowi Cuma Spekulasi

Sandi Sebut Kabar Ingin Masuk Kabinet Jokowi Cuma Spekulasi

Tribunsantri.com - Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno enggan berspekulasi soal kabar dirinya membuka diri untuk jadi salah satu menteri di kabinet Joko Widodo mendatang. Kabar soal Sandi tak menutup kemungkinan jadi menteri diberitakan oleh sebuah media asing setelah mewawancarainya.

Sandi menegaskan yang ia utamakan saat ini adalah kepentingan bangsa dan negara.

"Jadi (pemberitaan) itu spekulasi, dan saya sampaikan berulang kali dalam wawancara itu bahwa saya enggak mau berspekulasi. Tapi yang saya garis bawahi adalah kepentingan bangsa dan negara," kata Sandi di kawasan Glodok, Jakarta Barat, Senin (29/4). 

Sikap Sandi soal kemungkinan masuk kabinet Jokowi terungkap pertama kali dalam wawancara dengan media asing Bloomberg. Dalam wawancara itu Sandi menyatakan ingin memberi kontribusi kepada bangsa.

Meski demikian Sandi menegaskan memberi kontribusi kepada bangsa tak harus berada di dalam pemerintahan. Kontribusi bisa dilakukan meski berada di luar pemerintahan. 

"Tapi sekali lagi, saya tidak mau berspekulasi. Kami akan membicarakan ini setelah 22 Mei," ujar Sandi dalam wawancara itu.

Sandi menjelaskan selama kampanye Pilpres ini telah mengunjungi 1.657 titik daerah. Dari kunjungan itu dia mengaku telah mendengar berbagai keluh kesah masyarakat. 

Alih-alih memikirkan kemungkinan bergabung dalam kabinet Jokowi-Ma'ruf, justru kata dia hal utama yang ingin dilakukan adalah membantu masyarakat. 

"Saya enggak mau berspekulasi. Tapi saya sudah 1.657 titik kunjungan, berdialog, tukar pikiran, mendengar aspirasi masyarakat, semuanya. Saya ingin berjuang bagi masyarakat," kata dia. 

Saat ini, Sandi menegaskan hal utama yang sedang dilakukan adalah memperjuangkan keadilan. Dia mengatakan Pilpres bukan soal menang atau kalah, apalagi soal jabatan dan kekuasaan yang dia kejar. 

"Keadilan itu yang utama bagi saya ini bukan tentang menang kalah bukan tentang cari kekuasaan atau jabatan," katanya. 

Dikatakan Sandi bila Pilpres hanya mengejar kekuasaan, tak mungkin dirinya mau mendengarkan aspirasi masyarakat dengan cara berkeliling hingga ke ribuan titik di seluruh Indonesia.

"Tapi kan kita yang penting NKRI ini. NKRI-nya yang mesti kita jaga. Jadi itu yang saya sampaikan. Tidak pernah terungkap bahwa saya mencari jabatan atau memikirkan setelah tanggal 22 Mei," jelas Sandi [cnn]

Bagikan: