Ratna Keluhkan Ruang Tahanan, Polisi : Kalau Tidak Suka Jangan Masuk Penjara

Ratna Keluhkan Ruang Tahanan, Polisi : Kalau Tidak Suka Jangan Masuk Penjara

Tribunsantri.com - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menepis keluhan Ratna Sarumpaet soal sel tahanannya di Rutan Mapolda Metro Jaya. Argo menyebut, kondisi ruang tahanan terdakwa dugaan penyebaran hoaks itu sudah layak huni.

Hal ini dikatakan Argo merespons keluhan Ratna soal ruang tahanan yang tidak nyaman dan membuatnya sakit.

Argo mengatakan, semua tahanan harus menerima kondisi yang ada, mengingat semua fasilitas yang diberikan sudah cukup memadai. Dia hanya menekankan, bahwa kondisi yang diterima Ratna merupakan resiko atas perbuatan pidana.

"Kalau enggak suka jangan masuk penjara (jangan berbuat pidana)," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (2/4).

Lebih rinci Argo mengatakan, ruang tahanan Ratna berbeda dengan ruang tahanan yang lain. Sel yang ditempati Ratna hanya dihuni lima orang tahanan, sementara sel yang lain bisa dihuni 14 orang tahanan. Hal itu diberlakukan polisi agar Ratna bisa merasa betah dan nyaman.

"Ruang sel Ratna sudah layak ya. Biar nyaman, biar betah," ujarnya.

Terkait dengan ketiadaan ventilasi di ruang tahanan, Argo menyebut bahwa di ruang tahanan memang tidak memiliki ventilasi. Hal tersebut sudah sesuai dengan prosedur atau ketentuan sebuah ruang tahanan.

"Enggak ada ventilasi, karena nanti kalau dimasukin lilin sama orang lain gimana?" ucap Argo.

Selain itu, Argo juga membantah soal ketiadaan kasur di ruang tahanan Ratna. Menurut Argo, pihaknya menyiapkan kasur untuk Ratna. Kasurnya pun bukan kasur lantai.

"Bukan kasur di lantai, tidak, kita ada kayu tinggi dikasih karpet, lalu kasur," tuturnya.

Selain itu, juga ada sejumlah fasilitas lain yang ada di ruang tahanan Ratna seperti lampu yang terang serta kipas angin.

Sebelumnya Ratna mengeluh kesakitan pada bagian kakinya. Ratna mengaku tidur tanpa kasur dalam ruang tahanan yang tak layak.

Imbasnya, kata Ratna, dirinya mengalami dislokasi dengkul. Kondisi tersebut yang kemudian membuat dirinya kembali mengajukan diri menjadi tahanan kota.

"Saya misalkan sakit dengkul, dengkul saya suka misplace (dislokasi) suka keluar dari sarangnya, kalau di tempat tidur biasa kaki saya bisa turun duluan," ujar Ratna di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa (26/3).

Selain itu, Ratna menambahkan, dirinya cukup terganggu dengan kondisi sel yang tidak berventilasi. Hal itu menjadi masalah selama dia mendekam di rumah tahanan Polda Metro Jaya. 

"Iya, satu terutama karena ventilasinya," katanya.

Ratna diketahui telah beberapa kali mengajukan permohonan kota, namun semuanya ditolak. Terakhir, Majelis Hakim PN Jakarta Selatan menolak permohonan tersebut karena menganggap tak ada alasan penting untuk mengabulkannya. [cnn]

Bagikan: