Mencari Fakta Prabowo Menang Ibarat Mencari Ketek Ular, Tak Akan Ketemu !

Mencari Fakta Prabowo Menang Ibarat Mencari Ketek Ular, Tak Akan Ketemu

Oleh : Budi Setiawan

Tribunsantri.com - DIE HARD KETEK ULAR

Saya mengamati dengan sangat intens upaya diehard pak Prabowo untuk menyakinkan diri mereka sendiri bahwa Quick Count (QC)  adalah kebohongan semata. 

Saya salut dengan kegigihan pakar matematika dan statistik di Makasar Pak Canny Wattae misalnya, yang tanpa henti menyemangati pendukung 02 untuk memasang mata mengamati satu demi satu lembar C1.  

Sesekali beliau melakukan video live mengupas metodologi lembaga QC  dan KPU yang dianggap salah. Silahkan jalan-jalan ke lapak beliau untuk melihat perjuangan kerasnya.. 

SUKAR PERCAYA

Kita bisa tersenyum atau bahkan melecehkan dia dan kawan-kawannya. Namun determinasi mereka sungguh luar biasa. We and Our beloved Prabowo are men against the world. Sebodoh apapun orang bilang tentang mereka,  yang penting jalan terus untuk membuktikan bahwa klaim Prabowo adalah benar. 

Keyakinan itu berdasarkan data bahwa Prabowo menang di 22 propinsi ( versi 02)  atau 19 propinsi ( versi QC).  Versi QC menyebut pada pilpres ini, propinsi yang mayoritas memilih Prabowo bertambah dari 10 menjadi 14 Propinsi yakni Jambi, Bengkulu, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara. 

Tak hanya itu,  Prabowo juga mendapatkan tambahan suara besar di 8 Propinsi yakni Aceh, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan,Sulawesi Barat, dan Papua Barat. 

Dilihat dari prestasi ini sangat sukar bagi kubu 02 menyakini hasil QC. Ini luar biasa tapi kenapa kita kalah!!. Itu kejengkelan mereka yang sampai ke ubun-ubun. Dan persepsi kuat yang muncul adalah 02 dicurangi. 

SEMUANYA ADA DI PRABOWO

Padahal apa yang kurang dari Prabowo?  

Ada ulama yang menyampaikan wangsit bahwa lima kali dia dan mahaguru mendapatkan bisikan gaib bahwa Prabowo menang. 

Kurang apa seorang ustad bahkan mengajukan diri sebagai saksi di hadapan Tuhan dan menggandeng tangan Prabowo menuju surga

Kurang apa lagi Abdullah Gymnastiar dan Arifin Ilham dengan jemaah ratusan ribu mendukung Prabowo.. 

Jadi dari kenyataan diatas sangat sukar bagi kubu 02 mempercayai hasil QC. Bagi mereka,  pilpres ini adalah hajatan besar yang diberkahi bumi dan langit. 

Jadi Prabowo menjadi presiden adalah kalimat yang ter wahyu kan. Sudah kehendak Tuhan.

EMPAT PILAR KEMENANGAN JOKOWI

Karenanya mereka menutup mata bahwa kenyataannya kemenangan Jokowi ditopang empat pilar meski hanya menang di 15 Propinsi,  lebih kecil dari Prabowo. 

Pilar pertama  adalah kemenangan solid hasil karya NU di Jawa Timur yang juga berhasil mengikis suara di Jawa Barat dan Banten. Kemenangan  tipis Jokowi di Jakarta adalah juga disebabkan oleh faktor NU karena Maruf Amin adalah kiyai terpandang di ibukota ini. 

Fakta ini sekaligus mematahkan sinyalemen sementara pihak,  termasuk kelompok Zionis Sawo Mateng  yang mengecilkan peran Ma'ruf Amin dalam Pilpres. Tanpa Ma'ruf Amin,  Jokowi kemungkinan tumbang. 

Pilar kedua  adalah kehebatan PDIP mengamankan Jawa Tengah dan Bali. Gesture Sultan Yogya yang menerima Jokowi sebagai layaknya Raja ditangkap baik oleh warga Jogya bahwa pilihan Ngeroso Dalem adalah Jokowi. 

Pendukung Jokowi patut berterima kasih pada Sultan,  rakyat Yogya, Bali dan Jawa Tengah.

KRISTEN DAN SILENT MAJORITY

Pilar ketiga adalah suara Kristen  di Sulawesi Utara, NTT, Papua dan sebagian Sumatra Utara.  Mereka memandang Jokowi adalah pelindung mereka. Meski Jokowi tidak atau belum bisa berbuat banyak mengatasi penutupan gereja,  namun barisan Islam radikal di belakang Prabowo, membuat mereka memilih Jokowi.  

Mereka takut Muslim di Indonesia lebih Radikal jika Prabowo menang. 

Pilar keempat adalah bangkitnya silent majority. Mereka ini minoritas di Propinsi yang dikuasai Prabowo.  Dan mereka yang tinggal di luar negeri dimana suara mereka berhasil menarik kelompok millenial untuk nyoblos Jokowi.  

Indikasinya adalah perolehan suara PSI yang 3 juta. Meski tidak bisa duduk di Senayan tapi dipastikan duduk di DPRD di DKI bahkan mungkin di Aceh.  

Dan sangat boleh jadi,  sebagian diantara mereka adalah Ahoker yang menginginkan kebhinekaan. 

Jika  dihitung,  jumlah suara yang minoritas itu yang pating printil di kantong Prabowo  mungkin setara dengan jumlah seluruh suara di Jakarta. 

" UNDERDOG" 

Ini yang mungkin tidak disadari oleh pendukung 02 yang menolak kenyataan bahwa meski Prabowo menang di banyak Propinsi,  Jokowi tetap menang. 

Karena memposisikan diri mereka mereka kelompok "underdog",  persepsi di kalangan mereka adalah teraniaya, dicurangi dan didzolimi. 

Itulah sebabnya mereka terus memantau pergerakan form C1 sambil menebarkan clip video tentang kecurangan di segelintir TPS yang merugikan mereka. Tanpa mengakui bahwa terjadi juga kecurangan di TPS yang merugikan Jokowi. 

Mereka juga menafikan kenyataan bahwa kubu 01 juga melakukan checking formulir C1. Yang sama militannya dengan mereka. 

Karena C1 adalah satu-satunya bukti otentik akan kemenangan para calon. Tabulasi suara KPU adalah real time hasil Pilpres. 

Yang nantinya akan menyadarkan pendukung 02  bahwa mereka sebenarnya menggantang asap. 

Saling pantau antara 01 dan 02  justru akan menciptakan fakta yang sebenar. 

Apalagi keterbukaan KPU yang maha luas akan mengungkap fakta siapa yang menang. 

Namun sekali lagi,  kita hargai  semangat pendukung 02 dalam mencari kebenaran.  

Your love,  passion and hard work will find the way.  

Yakni kebenaran yang kalian yakini. 

Meski  para die hard 02 kemungkinan besar menemukan arti sebenarnya dari kiasan dibawah ini: 

Mencari fakta bahwa Prabowo menang pilpres itu ibarat mencari ketek ular. 

Jawabnya: 

Tidak akan ketemu.. 

Sebab sampai jagad ini meletus tidak ada ceritanya ular punya ketek.. 

Coba cari ketek ular... [Tribunsantri.com]

Budi Setiawan

Bagikan: