Masa Tenang, Prabowo Ziarah ke Makam Ibunya, Bagaimana Hukum Mendoakan Mayit Non-Muslim?

Masa Tenang, Prabowo Ziarah ke Makam Ibunya, Bagaimana Hukum Mendoakan Mayit Non-Muslim?

Tribunsantri.com - Memasuki masa tenang Pemilu 2019, Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto berziarah ke makam orang tuanya pada Minggu (14/4) di Tanah Kusir, Jakarta Selatan.


Dalam unggahan foto Instagram sekretaris pribadinya, Dhani Wirianata, Prabowo terlihat sedang berdoa di hadapan makam ibunya, Dora Sigar. Ia mengenakan baju putih serta kacamata hitam.


Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade mengkonfirmasi hal itu. Menurut dia, capres 02 itu berangkat ziarah dari Hambalang pada Minggu siang tadi.


"Iya ziarah ke (makam) ibu dan bapaknya," ucap Andre kepada , (14/4).

Andre menambahkan, ziarah itu merupakan acara internal. Prabowo hanya bersama ajudan dan sekretaris pribadinya. [Kumparan]


Seperti diceritakan Hashim Djojohadikusumo,

ibu Prabowo merupakan seorang Kristen dan meninggal dalam keadaan Kristen. Sedangkan ayahnya Muslim.
[Tempo]

Lalu bagaimana hukum mendoakan mayit non Muslim?


JAWABAN :


Mendoakan mayit kafir hukumnya HARAM, bahkan menyebutnya dengan semacam sebutan ALMAGHFURLAH ataupunALMARHUM juga tidak diperbolehkan, karena lafadz tersebut mengandung makna do'a.


{مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ والذين آمنوا أَن يَسْتَغْفِرُواْ لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كانوا أُوْلِي قربى مِن بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحَابُ الجحيم} [ التوبة : 113 ]
وفى الآية إيماء إلى تحريم الدعاء لمن مات على كفره بالمغفرة والرحمة ، أو بوصفه بذلك كقولهم المغفور له والمرحوم فلان ، كما يفعله بعض جهلة المسلمين من الخاصة والعامة.

“Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat (nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu, adalah penghuni neraka Jahanam”. (QS. 9:113).


Dalam ayat ini memberi pengertian akan keharaman mendoakan orang yang telah meninggal dalam keadaan kufurnya dengan doa memintakan ampunan dan rahmat Allah atau mensifati mereka seperti dengan ucapan AL-MAGHFURLAH (yang telah terampuni), ALMARHUM (yang telah dirahmati) seperti yang dilakukan oleh sebagian orang-orang bodoh dari kaum muslimin dari kalangan orang-orang tertentu maupun orang awam [Tafsiir al-Maraaghy I/2263].


Berbeda ketika mendoakan orang kafir saat masih hidup,  jika mendoakan untuk kesembuhan dari sakitnya ( BUKAN MENGIRIM PAHALA ) maka boleh.



وقوله وأن يدعو له بالشفاء أي ولو كافرا أو فاسقا ولو كان مرضه رمدا وينبغي أن محله ما لم يكن في حياته ضرر للمسلمين وإلا فلا يطلب الدعاء له بل لو قيل بطلب الدعاء عليه لما فيه من المصلحة لم يبعد(الجمل على شرح المنهج الجزء الثانى ص 134)

Dianjurkan mendo'akan orang sakit dengan kesembuhan meskipun yang sakit adalah orang kafir / fasik , selama dia bukan orang yang menyusahkan masyarakat.


Kata almarhum dan almarhumah itu bermakna doa, yang artinya semoga dirahmati, jadi kalau kata-kata tadi ditujukan pada mayyit non muslim berarti itu punya arti mendoakan si mayyit, sedangkan mendo'akan mayyit non muslim itu HARAM hukumnya. Lihat Kitab hasyiyah showi juz 2 hal 171 dan khulashotul kalam hal 160 :



وفى حاشية العلامة الصاوى، ج 2 ص 171، مانصه:(ما كان للنبى والذين أمنوا ان يستغفروا للمشركين ولو كانوا أولى قربى) ذوى قرابة (من بعد ما تبين لهم أنهم أصحاب الجحيم) النار بأن ماتوا على الكفر (قوله بأن ماتوا على الكفر) أى فلا يجوز لهم الإستغفار حينئذ واما الإستغفار للكافر الحى ففيه تفصيل وان كان قصده بذلك الإستغفار هدايته للإسلام جاز وان كان قصده أن تغفر ذنوبه مع بقائه فى الكفر فلا يجوز. اهـوفى خلاصة الكلام، ص 260، مانصه:ومما جاء من النداء للميت التلقين له بعد الدفن -إلى أن قال- ففى التلقين النداء والخطاب للميت وحديث نداء النبى كفار قريش المقتولين ببدر بعد القائم فى القليب مشهور رواه البخارى وأصحاب السنن وجعل يناديهم بأسمائهم وأسماء آبائهم ويقول أيسركم انكم اطعتم الله ورسوله فإنا قد وجدنا ماوعدنا ربنا حقا فهل وجدتم ماوعد ربكم حقا. وأما ما جاء من الأثار عن الأخبار والعلماء والأخيار والأولياء الكبار مما يدل على جواز ذلك النداء والخطاب. اهـ

Wallohu a'lam. [Masaji Antoro, Mbah Jenggot II, Mbah Godek].


Sumber: Piss-KTB

Bagikan: