Korupsi Dana Kemah: Tidak Pernah Hadir Dipanggil Penyidik, Ahmad Fanani Akan Dijemput Paksa

Korupsi Dana Kemah: Tidak Pernah Hadir Dipanggil Penyidik, Ahmad Fanani Akan Dijemput Paksa

Tribunsantri.com - Penyidik Polda Metro Jaya akan melakukan jemput paksa terhadap Ketua Panitia Kemah Pemuda Islam Indonesia Ahmad Fanani terkait dugaan kasus dugaan korupsi dana kegiatan Kemah Pemuda Islam Indonesia. Apalagi, sudah diketahui kerugian negara mencapai lebih dari Rp 1 miliar.

Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan mengatakan Ahmad Fanani tidak pernah hadir di setiap panggilan yang dilayangkan oleh penyidik. Sehingga sesuai dengan undang-undang, yang bersangkutan bisa dipanggil secara paksa atau dijemput paksa.

“Kita sesuai KUHAP kalau dipanggil dia tidak hadir, kita jemput,” ujar Adi di Polda Metro Jaya, Jumat (26/4).

Selain itu, Adi mengatakan setidaknya sudah ada satu orang yang akan ditetapkan sebagai tersangka. Namun dia masih enggan untuk membeberkan siapa tersangka dalam perkara tersebut. “Nantilah (nama tersangka). Kita satu orang dulu (tersangka), ” tuturnya.

Subdit Tindak Pidana Korupsi Direktorat Tindak Pidana Kriminal Khusus Polda Metro Jaya telah berkoordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) soal adanya kerugian negara dalam kasus dugaan penyelewengan dana kemah dan apel Pemuda Islam Indonesia (PII). Dari hasil koordinasi tersebut, polisi menyebut sudah ada kerugian negara.

Adi menyebutkan pihaknya telah bekerjasama dengan melakukan audit dan penyelidikan dilapangan serta pemeriksaan saksi-saksi yang terkait dengan kegiatan yang diinisiasi oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) pada 2017 lalu. Dari hasil audit, kerugian negara yang didapat sebesar Rp 1 Milliar lebih.

“Kita sudah bekerja sama dengan pihak auditor dan auditor sudah melakukan audit dan mudah-mudahan hasil audit lapangan yang dilakukan auditor dengan pihak kita meyakini bahwa nilai kerugian negara sudah fix. (Kerugian negara) Satu milliar lebih lah,” kata Adi.

Kegiatan kemah dan apel Pemuda Islam Indonesia ini diselenggarakan di kawasan Candi Prambanan, Jawa Tengah pada 16 dan 17 Desember 2017 lalu. Kegiatan ini diinisiasi oleh Kemenpora dan dilaksanakan oleh Pemuda Muhammadiyah bersama Gerakan Pemuda (GP) Ansor.

Polisi mencium ada penggelembungan data keuangan dalam laporan pertanggungjawaban (LPJ) Pemuda Muhammadiyah.

Hingga akhirnya polisi memeriksa belasan saksi di Yogyakarta dan dua orang dari pihak Pemuda Muhammadiyah yakni, Dahnil Anzar dan Ketua Panitia Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia dari PP Pemuda Muhammadiyah Ahmad Fanani. [Pojoksatu]

Bagikan: