Kepala Dinas Pendidikan Garut Surati Bupati Agar Pecat Penanggung Jawab Soal Ujian Pro-HTI

Kepala Dinas Pendidikan Garut Surati Bupati Agar Pecat Penanggung Jawab Soal Ujian Pro-HTI

Tribunsantri.com – Menindaklanjuti protes NU terkait soal ujian sekolah berstandar nasional (USBN) SMP yang mendiskreditkan Banser NU, kepala Dinas Pendidikan Garut menyurati bupati agar memberhentikan pejabat yang bertanggung jawab atas soal tersebut.


Dalam surat yang beredar di media sosial, ada tiga pejabat yang direkomendasikan untuk dipecat, yakni Kabid SMP, Kasi Kurikulum SMP dan Tim Penyusun Soal SMP.


Baca juga : Beredar Naskah UASBN Beraroma Bela HTI Pojokkan NU dan Banser


Berikut surat kepada dinas pendidikan Garut kepada Bupati :



Kepala Dinas Pendidikan Garut Surati Bupati Agar Pecat Penanggung Jawab Soal Ujian Pro-HTI

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Garut menyayangkan adanya soal ujian Bahasa Indonesia USBN SMP yang mencantumkan poin 'bubarkan Banser'. NU menilai hal tersebut provokatif.


"Saya melihat ada kesalahan fatal yang dilakukan oleh dinas pendidikan. Di mana soal tersebut, ini mengandung sifat-sifat yang provokatif, yang tidak sesuai dengan kaidah-kaidah pendidikan yang seharusnya dilakukan," ujar Wakil Sekretaris 1 Bidang Organisasi PCNU Garut Hilman Umar Basori kepada wartawan di kantor LP Ma'arif, Jalan Pembangunan, Tarogong Kidul, Rabu (10/4/2019).


Baca juga : NU Garut Protes Keras Soal Ujian Pro-HTI, Kepala Dinas Mengaku Lalai


Hilman menilai Banser didiskreditkan dengan adanya soal USBN pelajar SMP itu. Seharusnya, kata Hilman, Dinas Pendidikan tidak membuat soal yang provokatif.


"Pertanyaan saya, kenapa soal itu harus memilih soal tentang yang sifatnya menyinggung terhadap kelompok yang lain. Kan ini bisa menjadi SARA," katanya.


Ia memandang soal itu seolah-olah ingin mengatakan Banser itu kelompok yang tidak diinginkan oleh negara. 


"Oleh masyarakat dipersepsikan sebagai organisasi yang harus dibubarkan. Dan oleh negara seolah-olah tidak dilindungi dan akan dibubarkan," ujar Hilman.

Bagikan: