Gus Mus Usai Pemilu: Tinggal Menunggu Keputusan Tuhan

Gus Mus Usai Pemilu: Tinggal Menunggu Keputusan Tuhan

Tribunsantri.com - Pesta demokrasi telah usai digelar rakyat Indonesia. Kendati demikian bukan berarti permasalahan selesai, karena perhitungan suara masih berjalan.

Permasalahan-permasalahan lain juga masih bermunculan dan menuntut penyelesaian dengan adil. Seperti isu kecurangan, suap, dan ketidakpuasan lainnya.

Di tengah bayang-bayang masalah yang dihadapi Komisi Pemilihan Umum (KPU) itu, tak henti-hentinya para tokoh bangsa senantiasa memberikan nasihat dan kata-kata menyejukkan. Sebagai upaya meredam ketegangan di tengah masyarakat.

Seperti yang dilakukan ulama karismatik KH Ahmad Mustofa Bisri ‘Gus Mus’ dalam akun instagramnya (s. kakung), yang menuliskan rasa bahagianya karena Pemilihan Umum (Pemilu) berjalan dengan lancar tanpa kendala.

“Alhamdulillah, pemungutan suara – seperti yang sudah-sudah — berjalan dengan lancar dan meriah,” tulisnya usai mencoblos, Rabu (17/4).

Menurut Gus Mus, bangsa Indonesia melihat Pemilu sebagai pesta bahkan seperti suasana hari raya.  

“Warga Indonesia berbondong-bondong ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) dengan riang gembira, guyub rukun, seperti keluarga yang sedang berpesta. Sebelum dan sesudah nyoblos, berfoto-foto bak suasana hari raya.”

Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh, Rembang itu mengatakan bahwa pertengkaran dan sengketa selama ini sekedar ‘ijtihad’ politik untuk memilih pemimpin yang baik bagi bangsa.

“Bila kemarin-kemarin di antara kita seperti terjadi sengketa dan pertengkaran, kiranya itu sekadar perwujudan atau akibat dari semangat besar untuk mendapatkan pemimpin terbaik untuk Indonesia sesuai ‘ijtihad’ masing-masing,” katanya.

Ulama dan juga budayawan itu berpesan, bahwa setelah memilih presiden dan wakil rakyat maka langkah selanjutnya adalah menunggu keputusan Tuhan.

“Kini tinggal menunggu keputusan Tuhan yang Maha Kuasa dan Maha Menentukan melalui penetapan KPU. Apa pun keputusan-Nya, sebagai bangsa yang beriman, kita akan menerimanya. Tak ada pihak yang perlu berpesta merayakan kemenangan dan tak ada pihak yang harus menangis karena merasa kalah,” terangnya.

Karena kemenangan dari awal sudah kita persembahkan kepada Indonesia, pungkas Kiai yang kerap menyejukan dalam setiap ceramahnya itu. [Islamindonesia]

Bagikan: