Burhanuddin Muhtadi Sebut Era Din Syamsuddin Jadi Ketum, Banyak Aktivis HTI Masuk ke Muhammadiyah dan MUI

Burhanuddin Muhtadi Sebut Era Din Syamsuddin Jadi Ketum, Banyak Aktivis HTI Masuk ke Muhammadiyah dan MUI

Tribunsantri.com - Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia yang juga mantan tokoh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Burhanuddin Muhtadi menyebut era Din Syamsuddin menjadi ketum PP Muhammadiyah, banyak aktivis Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang masuk ke Muhammadiyah dan MUI.

Hal itu disampaikan Burhan melalui cuitan di akun Twitternya @BurhanMuhtadi, Sabtu (30/03/2019).

“Saya lupa ternyata di tulisan saya ttg The Quest for Hizbut Tahrir in Indonesia (h. 629-630) saya mencatat pada masa beliau jadi Ketum Muhammadiyah inilah masuk aktivis-aktivis HTI ke Muhammadiyah dan MUI 🤭”. Tulis Burhanuddin.

Burhanuddin Muhtadi Sebut Era Din Syamsuddin Jadi Ketum, Banyak Aktivis HTI Masuk ke Muhammadiyah dan MUI

Baca juga : Din Syamsuddin Sebut Khilafah Ada dalam Al Quran, Gus Nadir : Gagal Paham, Parah !

Menanggapi pernyataan Burhanuddin, ketua Dewan Pertimbangan MUI ituembuat keterangan tertulis sebagai berikut :

Sdr. Burhan Muhtadi,

Pernyataan anda di atas mislead and misleading. Tdk ada aktifis HTI masuk ke Muhammadiyah apalagi jadi pengurus, yg ada anggota Muhammadiyah (seperti juga dari Ormas2 lain) keluar masuk HTI. Kalau di MUI, HTI memang salah satu elemen umat Islam yg selalu diundang dlm Forum Ukhuwah Islamiyah sejak era Ketua Umum KH. Ali Yafie sd Ketua Umum KH. Sahal Mahfudz. 

MUI memang ingin menjadi Tenda Besar bagi semua elemen umat Islam (tidak kurang dari sekitar 70 organisasi). Itu sesuai motto MUI sebagai khadimul ummah dan sekaligus al-khaimat al-kubro. 

Maka siapapun Ketua Umum MUI harus mengambil sikap mengayomi semuanya, walau tidak harus bersetuju. Masak dgn umat agama lain kita berbaik, sementara sesama Muslim tidak. Tentu selama mereka tidak melakukan kekerasan.

Sebagai akademisi sebaiknya anda beri bukti siapa aktifis HTI yg jadi pengurus Muhammadiyah atau MUI. Utk anda tahu Muhammadiyah itu organisasi paling berdisiplin; sesuai AD/ART Muhammadiyah, kalau ada aktifis ormas lain maka dia akan dikeluarkan dari kepengurusan.

Juga, mengapa hal ini anda munculkan terkait upaya saya mengklarifikasi secara akademik ttg khilafah. Kalau mau kritik, fokuskan pada substansi pemikiran, jangan personal, karena itu terkesan tidak akademik.

Salam,
Din Syamsuddin

Bagikan: