Anggap Biasa Kompetisi, BPN Tolak Rekonsiliasi

Anggap Biasa Kompetisi, BPN Tolak Rekonsiliasi

Tribunsantri.com - Seruan rekonsiliasi kubu Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto ditolak oleh kubu 02. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga menganggap perbedaan yang terjadi hal biasa dalam berkompetisi.

Anjuran rekonsiliasi ini pertama kali muncul dari Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti. Muhammadiyah juga siap menjadi mediator 'rekonsiliasi nasional', istilah yang dikemukakan Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir.

Seruan senada juga disampaikan banyak tokoh agama lain, yakni Waketum PBNU Zainut Tauhid, Uskup Agung Jakarta Ignasius Suharyo yang optimis soal rekonsiliasi, Pendiri Ponpes Daarut Tauhid Aa Gym, Ketua Umum Rabithah Alawiyah Habib Zen bin Smith, hingga Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar.

"Apa pun hasilnya, kita tetap harus berpegang pada semangat ukhuwah. Pemilu penting, tetapi yang lebih penting adalah persatuan kita sebagai satu bangsa. Jangan lupa bahwa kemenangan yang didapat dengan kejujuran akan sangat berarti bagi kita semua," kata Ketua Umum Rabithah Alawiyah, Habib Zen Bin Smith, dalam keterangan, Jumat (19/4).

Merespons itu, Koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak menilai tak ada urgensi rekonsiliasi. Menurutnya, rekonsiliasi diperlukan jika ada konflik yang muncul akibat Pilpres 2019 ini. 

Sementara, saat ini hanya ada perdebatan-perdebatan biasa terkait hasil penghitungan suara yang berbeda. 

"Yang muncul adalah perdebatan biasa saja antara perbedaan hasil yang muncul. Dan itu biasa saja dalam setiap kompetisi. Jadi rekonsiliasi itu bisa dilakukan kalau ada konflik.

Dahnil menilai situasi panas selama pemilu karena adanya kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif (TSM). Dai juga menyinggung soal penegakan hukum.

"Panas karena ada TSM itu. Kecurangan yang TSM. Panas karena ada ketidakadilan. Kalau semuanya baik-baik saja ya tidak masalah. Kuncinya penegakan hukum yang adil. Jadi perhatian khusus kita itu di situ," ujar Dahnil. [Detik]

Bagikan: