Umat Islam Jadi Korban Pembantaian di Selandia Baru, HTI Langsung Jualan Khilafah

Umat Islam Jadi Korban Pembantaian di Selandia Baru, HTI Langsung Jualan Khilafah

Tribunsantri.com - Aksi ter0r di masjid Christchurch, Selandia Baru menjadi duka bagi dunia kemanusiaan. Kecaman keras pun datang dari sejumlah tokoh Tanah Air.

Aksi penembakan brutal itu setidaknya menyebabkan 49 orang meninggal dunia. Pihak Kepolisian Selandia Baru juga sudah menangkap empat orang pelaku yang terdiri tiga laki-laki dan satu perempuan.

Namun, oleh organisasi terlarang semacam Hizbut Tahrir Indonsia (HTI), peristiwa tersebut justru dimanfaatkan untuk 'jualan' Khilafah.

Hal ini terlihat dari gambar yang diposting di akun Instagram @mercusuar_.

Dalam gambar tersebut terdapat foto ketua DPP HTI, Rokhmat S Labib disertai keteranangan bahwa munculnya aksi ter0r terhadap umat Islam di Selandia Baru disebabkan tidak adanya penguasa kaum Muslimin yang akan menghentikan kebiadaban pelaku ter0r.


Umat Islam Jadi Korban Pembantaian di Selandia Baru, HTI Langsung Jualan Khilafah

“Mengapa kafir ter0ris berani bertindak brutal kepada kaum Muslimin? Diantara penyebabnya : Karena mereka yakin tak ada penguasa kaum Muslimin yang akan menghukum dan menghentikan kebiadaban mereka”. Kata Rokhmat dalam keterangan gambar tersebut.

Oleh sebab itu, kata Rokhmat, umat Islam harus menegakkan Khilafah.

“Sungguh umat memerlukan Khilafah yang disebut Nabi SAW sebagai perisai!” katanya.

Selain itu, akun @mercusuar juga memposting gambar dengan keterangan :

"Kita membutuhkan Khilafah, sekali lagi, mau sampai kapan kita hidup tanpa naungan Khilafah? 

Mari berjuang bersama mewujudkannya. 

Allahu Akbar ".


Umat Islam Jadi Korban Pembantaian di Selandia Baru, HTI Langsung Jualan Khilafah

Begitulah HTI, setiap persoalan yang terjadi di muka bumi pasti solusi yang ditawarkan Khilafah, tak ada lain.

Hal ini juga memberi tahu kita bahwa HTI belum musnah. Walaupun organisasinya dibubarkan dan dinyatakan terlarang, tapi anggotanya tetap eksis dengan wadah baru semacam Komunitas Royatul Islam (KARIM). [Tribunsantri.com]

Baca juga : Apakah Menyebarkan Paham yang Ingin Mengganti Sistim Negara Diperbolehkan? Kok Dibiarkan Memasuki Sekolah-sekolah?

Bagikan: