Tanggapan Gus Ghofur Mimoen Soal Kata "Kafir" : Ungkapan Non Muslim Bukan Kafir Kesimpulan Pribadi Muqsith

Tanggapan Gus Ghofur Mimoen Soal Kata "Kafir" : Ungkapan Non Muslim Bukan Kafir Kesimpulan Pribadi Muqsith

Tribunsantri.com
KH Abdul Ghofur Maimoen (Gus Ghofur) meluruskan pernyataan Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail (LBM) NU Abdul Muqsith Ghozali yang mengatakan, agar tidak menggunakan kata kafir bagi non-muslim di Indonesia.

“Perlu saya jelaskan terkait hasil Bahtsul Masail tersebut, kebetulan sekali saya ikut langsung dalam forum bahtsul masail tersebut,” ujar Gus Ghofur, Jumat (01/02/2019).

Baca juga : Jangan Terburu-buru Menyalahkan, Ini Penjelasan LBM Jatim Soal Status Non-Muslim di Munas NU

Putra kelima KH Maimoen Zubair itu megatakan, dalam forum yang membahas persoalan ini, tidak ada yang menyatakan non-Muslim di Indonesia bukan kafir. Yang benar, menurutnya, non-Muslim tidak bisa dikategorikan sebagai kafir “Dzimmy, Mustaman, Mua’had dan Haroby”.

“Ini bukan berarti mereka tidak kafir,” katanya. 

Lebih lanjut, Gus Ghofur menjelaskan, forum memutuskan bahwa non-Muslim yang tidak memerangi Islam dan mau hidup damai berdampingan dengan umat Islam disebut Musalimin.

“Kemarin oleh anggota musyawarah disepakati non-muslim Indonesia adalah warga negara biasa yang tidak boleh dimusuhi, mereka punya hak yang sama dengan kita dalam konteks kenegaraan,” imbuh Gus ghofur.

Baca juga : Munas NU: Status Non Muslim Tetap Kafir, Namun Jangan Panggil Mereka 'Kafir'

Keputusan tersebut diambil berdasarkan referensi dari sebuah kitab yang menjelaskan, tidak boleh memanggil kafir kepada non-Muslim yang tidak memusuhi Islam jika panggilan ini dianggap menyinggung mereka.

Oleh sebab itu, kata Gus Ghofur,  jika ada yang menyimpulkan non-Muslim bukan kafir, itu kesimpulan pribadi yang bersangkutan, bukan keputusan forum.

“Ungkapan non-muslim bukan kafir itu kesimpulan dari Moqsith Ghazaly pribadi, karena dalam forum tidak ada kata tersebut. Dan saya tidak tahu apa benar Muqsith bilang seperti itu,” katanya.

Apa yang dikatakan Gus Ghofur sebenarnya tidak ada perbedaan dengan apa yang dikatakan oleh Muqsith Ghozali. 

Seperti dilansir NU Online, Muqsith mengatakan, memamggil kafir kepada non-Muslim bisa menyakiti mereka. Sehingga akan lebih baik jika mereka disebut Muwathinun atau warga negara. Dalam pernyataannya, Muqsith menggarisbawahi, bahwa tidak ada penghapusan kata katir.

“Tetapi memberikan label kafir kepada warga Indonesia yang ikut merancang desain negara Indonesia rasanya kurang bijaksana,” kata Moqsith. 

Bagikan: