Sekelompok Orang Mengaku NU Garis Lurus Dukung 02, Rais Syuriah Wonosobo : NU Tetap Satu, Tak Ada NU Garis Lurus

Sekelompok Orang Mengaku NU Garis Lurus Dukung 02, Rais Syuriah Wonosobo : NU Tetap Satu, Tak Ada NU Garis Lurus

Tribunsantri.com - Rais Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Wonosobo, KH Abdul Halim menegaskan, organisasi yang sudah 96 tahun berdiri itu tetap satu. Tidak ada istilah-istilah lain yang menyebut NU Garis Lurus atau NUGL. 


Hal itu ia katakan di hadapan ratusan ribu Banser dan warga Nahdliyyin saat acara Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) sekaligus haul KH Raden Abdul Fattah, Rabu (27/03/2019).


Kiai Abdul Halim mengatakan, NUGL sejak medio 2015 muncul di media sosial yang dibentuk sebagian kalangan, untuk menandingi pengurus organisasi Nahdlatul Ulama.


Pernyataan Abdul Halim itu menyindir dukungan yang juga berasal dari kalangan NUGL baru-baru ini kepada pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.


"NU itu tidak ada NUGL (NU Garis Lurus) apalagi NUGR. NU tetap satu. NU tetap satu. Tidak ada NUGL, tidak ada NUGR," katanya saat menyampaikan sambutan, Rabu, 27 Maret 2019.


Dia mengungkapkan rasa syukur kalangan Nahdliyin, hingga hari ini masih mendapat bimbingan dari para alim ulama dan kiai yang terus mendengungkan semangat persatuan, serta menekankan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harga mati.


"Terutama hari ini beliau Mustasyar PBNU (Ma'ruf Amin) di tengah kesibukannya berkenan hadir membimbing kita semua. NU tetap satu, tidak ada NU yang lain. Tidak ada garis lurus, garis bengkok," katanya. 


Dalam acara hari lahir itu juga dibacakan deklarasi kampanye antihoaks dan pemilu damai.


Selain Abdul Halim, hadir calon wakil presiden nomor urut 01 KH Ma'ruf Amin, Bupati Wonosobo Eko Purnomo yang didampingi sejumlah pengurus teras NU, seperti Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Asrori, Katib Syuriah PBNU Miftah Faqih, dan Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor, Yaqut Cholil Qoumas. [Viva]

Bagikan: