Pidato KH Hasyim Asy’ari yang Menggetarkan pada Maret 1930

Pidato KH Hasyim Asy’ari yang Menggetarkan pada Maret 1930


Tribunsantri.com - Nasehat Hadratusysyekh yang masih relevan hingga kini, sekaligus mengingatkan kita jangan mudah ngaku ngaku pengikut Rais Akbar HBNO (PBNU) ini kalau kita sendiri gak tahu siapa sebenarnya beliau dan apa maksud beliau mendirikan jamiyyah NU.


Ini pidato Hadlratusysyekh KH Hasyim Asy’ari Rais Akbar PBNO usai penerimaan status rechtpersoons dari pemerintah Hindia Belanda untuk organisasi HBNO pada Maret 1930, seperti dibacakan KH Oemar Burhan Gresik, asisten beliau:

بسم الله الرمن الرحيم

الحمد لله و الصلاة والسلام علي رسول الله وعلي اله واصحابه ومن اتبع هداه

(ايهاالاخوان) ماكنا نحب ان اكونا من اهل الجمعية فضلا ان اكون من رءيسهابل كنا نكتفي باءخوة الاسلام التي عقدها ديننا. ولكن لما رءينا بعض اهل هذا الزمان يدعون الي الاسلام ويجعلون انفسهم من زعماء اهله يحدثون دعاية نقصد الي صرف القلوب عن الهدي. وتسعي الي ان تفتح في وجوه شباتنا وتسباتنا طرق المجن والخلاعة. ويفتحون لهم باب اللهو ويحرصون علي ان لايبقي لشريعة الاسلام اثر ولا عين. ويجعلون النقص والرذالة لعلماء الاسلام ويجعلون الفضل والفخر في كل صالحة الي غير المسلمين. راءيناانفسنا ان تنتسبح مع اهل الجمعية غيرة علي دين الاسلام. وحرصا علي سلامة قومنا من التفرق.

(اخواني) قد كان المضللون في ما مضي من العصور يحاولونا الكيد للاسلام في شيء من الخفاء و علي شيء من الحياء. امااليوم فهم يرفعون اصواتهم بالطعن علي الاسلام في قاحة استطاعوا بها ان يملوءا اءفواههم الشكوك والاوهام. ولم يكتفوا بذلك بل عملوا لذلك جمعية وارسلوا لذلك الجراءد السيارة.

(اخواني) قد انتسبح بيني وبينكم من الصحبة والمودة. ما يجري القرابة. ويقتض دوام المواصلة واني مع قلة بضاعتي لاصلكم بصلة هي افضل من الدنيا وهي نصيحة.

Terjemahan


Bismillahirrahmanirrahim


Alhamdulillah washshalatu wassalamu ala Rasulillah wa ala alihi wa ashabihi wa man tabi’a hudahu


Saudara-saudara sekalian,

Kami di sini tidaklah suka menjadi bagian dari warga organisasi ini, apalagi menjadi ketua dan pimpinannnya, kalau bukan karena semata-mata mencari persaudaraan Islam yang dijunjung tinggi agama kita.


Namun, tatkala kami melihat sebagian orang di masa sekarang mendakwahkan agama Islam, lalu mengklaim bahwa diri mereka layak sebagai tokoh dan juru bicara agama itu, lalu menyebar berbagai pembicaraan dan dakwaan dakwaan yg sebetulnya membawa hati kita berpaling dari garis petunjuk yang benar.


Mereka juga berupaya membuka mata generasi muda kita agar tergila-gila (kepada dunia) dan pada kehidupan imoral dan foya-foya, juga membuka pintu bagi anak-anak kita itu untuk hidup hanya bersenang-senang saja. Mereka sebenarnya hanya membuat syariat Islam ini tidak punya efek dan pengaruh dalam kehidupan. Sementara kekurangan dan keburukan ditimpakan semuanya kepada para ulama umat Islam, segenap kelebihan dan keutamaan dalam segala hal justru dilihat ada pada umat non Muslimin. 


Melihat itu semua kami merasa perlu menjalin dengan segenap warga jam’iyah ini satu ghirah kami kepada agama Islam, sekaligus sebagai bukti komitmen kami untuk menyelamatkan umat dan bangsa kita dari perpecahan.


Saudara-saudaraku sekalian,

Para pendakwah kesesatan di masa-masa lalu selalu berupaya memperdayai agama Islam ini, hingga yang tersembunyi sekalipun, hingga menohok masuk ke dalam rasa malu kita. Adapun sekarang ini, mereka mengangkat suara mereka menusuk agama Islam dengan sepuas-puasnya, hingga mereka mampu memenuhi mulut mereka dengan segenap keraguan dan angan-angan kosong.


Tidak cukup sampai di situ. Mereka juga berupaya menjadikan dakwahnya itu menjadi kolektif (ke dalam satu organisasi), mereka mencetak surat kabar yang mobil, yang menyebar kemana-mana


Saudara-saudaraku sekalian,

Di antara kita sudah terjalin ikatan persahabatan dan cinta kasih, hubungan itu mengalir seperti ikatan keluarga sendiri. keakraban dan menuntut kontinuitas hubungan tali silaturahim. Meski saya penuh kekurangan, saya menyampaikan kepada kalian semua satu tali silaturahim yang lebih mulia dari dunia, yaitu nasehat.


Penulis: Ahmad Baso, Jakarta

Bagikan: