Nggak Usah Lebay Ngaku NU Jika Tak Bisa Ikut Kebjikan Pimpinan NU

Nggak Usah Lebay Ngaku NU Jika Tak Bisa Ikut Kebjikan Pimpinan NU

Tribunsantri.com - Ngaku NU ? 

Sudah laaah..

Nggak usah lebay ngaku-ngaku ikut NU. Karena yang namanya ikut NU itu ya ikut kebijakan pimpinan NU. Sebab pimpinan NU adalah yang telah diputuskan oleh ijma' 'ulama NU melalui forum Muktamar NU, yang di sana tentu saja ada para sesepuh NU yang duduk dalam AHWA.

Kalian yang saat ini ngaku-ngaku hanya mau ikut NU masa lalu, tidak mau ikut NU masa kini, adalah ALASAN KALIAN SAJA.

Baca juga : Allah Memilih Ketum PBNU Sesuai Tantangan Zamannya, Bukan Kebetulan

Sebab, seandainya kalian hidup di masa para pendahulu NU pun, paling juga berada di barisan para penyinyir NU masa lalu. Tetap jadi penghujat Kyai-kyai NU pada zamannya.

NU sudah kenyang pengalaman dari masa ke masa dinyinyirin, difitnah oleh orang-orang yang ngaku NU. Sebab orang model kalian ini selalu ada dari masa ke masa.

Jaman sekarang, jaman Kyai Said Aqil Siradj, pimpinan NU kalian tuduh syiah, liberal, sesat, kafir dll.

Baca juga : Miris, Selalu Membawa Statusnya Sebagai Pengurus NU, Tapi Tak Pernah Membela NU

Di zaman Kyai Hasyim Muzadi, juga kalian tuduh Syiah karena pembelaannya terhadap nuklir Iran. Dan di masa kepemimpinannya banyak mengirimkan mahasiswa ke Iran.

NU zaman Gus Dur, APA LAGI? Kalian tuduh liberal, antek zionis, kafir, murtad. Bahkan ada yang tega bilang buta mata buta hati. Hehehe.

NU zaman Kyai Achmad Sidiq, pemimpinnya juga kalian tuduh keislamannya goyah karena menerima PANCASILA sebagai asas tunggal.

Baca juga : Penumpang Gelap, Kalau Tidak Cocok Silahkan Pindah Kapal, Jangan Ngaku Pengurus tapi Bikin Rusuh

NU zaman Mbah Bisri Syansuri kalian tuduh takut pada pemimpin yang dzolim karena justru memberhentikan Kyai Subhan Z.E. (pengurus PBNU yang paling vokal) mengritik orde baru, dan mau menerima fusi partai dan konsep floating mass.

NU zaman Mbah Wahab Hasbullah juga kalian tuduh PKI karena menerima NASAKOM.

NU zaman Mbah Hasyim pun tak luput kalian tuduh pro penjajah Jepang. Karena tidak ada komentar apalagi seruan pembelaan terhadap pemberontakan Kyai Zainul Mustofa. Juga karena beliau melalui Masyumi dan MIAI ikut memerintah rakyat menanam padi yang pada akhirnya padi digunakan oleh Jepang.

Baca juga : KH Marzuki Mustamar : Kalau Ada Warga NU Mendukung Calon yang Didukung Wahabi Berarti Dihatinya Bukan NU

Sudah jelas kan? Dari zamannya Mbah Hasyim sampai sekarang, para pimpinan NU sudah terbiasa kalian caci, kalian fitnah bahkan kalian kafir-kafirkan. 

Meski begitu, toh pimpinan kami tetap kalem, adhem. Nggak malah ngompori kami untuk ngamuk teriak-teriak takbir, misuh-misuh saat ceramah, apalagi sampai menggerakkan kami untuk demo berjilid-jilid? Nggak tuh? 

Paling-paling kalau Kyai kami terpaksa marah, itupun dengan argumentasi yang jelas demi menjelaskan pada kalian yang selalu merasa benar sendiri.

NU bukan organisasi Islam yang keras, pemarah, pencaci dan anti toleransi. 

Karena NU dibangun oleh para pendirinya berdasarkan asas Islam rahmatan lil alamin. Menampakkan sisi Islam yang lembut penuh kasih, teduh mengayomi sehingga mudah diterima penduduk nusantara ini.

Oleh : Yuri Mahatma

Baca juga : KH Idris Marzuki : Siapapun yang Memusuhi NU, Kalau Wali akan Luntur Kewaliannya, Kalau Tokoh Berpengaruh Akan Kehilangan Pengaruhnya

Bagikan: