Koplak, Rocky Gerung Disambut Takbir saat Datangi Kampus Muhammadiyah Jember

Koplak, Rocky Gerung Disambut Takbir saat Datangi Kampus Muhammadiyah Jember

Tribunsantri.com - Kedatangan akademisi Rocky Gerung di Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember, Jawa Timur, Kamis (7/3) disambut dengan teriakan takbir dari peserta dialog publik
‘menakar demokrasi dengan akal sehat’.

Mantan dosen filsafat Universitas Indonesia (UI) itu hadir beberapa menit menjelang acara usai.
“Iya 10 menit terakhir datang,” kata Kapolres Jember AKPB Kusworo Wibo
wo kepada kumparan, Kamis (7/3/2019).

Baca juga : Rocky Gerung Dilaporkan Menghina Agus Salim, Polisi : Akan Kami Tindaklanjuti Sesuai Prosedur

Rocky tiba di ke kampus Universitas Muhammadiyah Jember sekitar pukul 12.30. Sementara acara dialog sudah dimulai sejak pukul 08.00 WIB.

Begitu tiba di lokasi, teriakan takbir dari peserta acara menyambut pria yang suka melontarkan kata ‘dungu’ itu.

Acara dialog publik ‘menakar demokrasi dengan akal sehat’ itu sendiri digelar di Gedung Ahmad Zaenuri Universitas Muhammadiyah.

Baca juga : Rocky Gerung Dituding Tafsirkan Al Baqarah Ayat 269 secara Ngawur

Sebelumnya, Rocky dikabarkan batal ke Jember. Jember merupakan satu dari tiga kota yang akan dikunjungi Rocky pada Jumat (7/3/2019) untuk menghadiri diskusi publik. Dua kota lainnya adalah Lumajang dan Banyuwangi.

Kedatangan Rocky ke Jember sempat memicu pro-kontra. Caleg Hanura, Jumadi Made, menyebut Rocky tak boleh datang ke Jember. Jumadi menolak kedatangan Rocky dengan alasan pria berusia 60 tahun tersebut sedang terlibat masalah hukum dan dituding menghina Haji Agus Salim dan kitab suci Alquran.

Baca juga : [Video] Tak Berakal, Rocky Gerung Sebut KH Agus Salim “Kambing Berjenggot”

Sementara itu Wakil Rektor 3 Unmuh Jember, Asmuji, menegaskan bahwa acara yang dihadiri Rocky ini murni acara akademis, bukan politik.
Menurut Asmuji, tidak ada alasan untuk membatalkan kehadiran Rocky meski sempat menuai penolakan dari sejumlah pihak.

“Sehingga kegiatan kedua ini kami laksanakan, dengan tetap membawa misi sebagai akademisi, bukannya politik,” kata Asmuji, Kamis (7/3/2019).
Sejak acara dimulai, sekitar 250 personel polisi sudah berjaga untuk menghindari terjadinya bentrok. Sementara mahasiswa dan masyarakat umum terus berdatangan untuk memenuhi kuota forum yang mencapai 5.000 orang.

Baca juga : Sesat dan Menyesatkan, Syaikh Rocky Gerung Ceramah di Masjid

Salah seorang Mahasiswa Rifai mengaku tetap hadir mengikuti acara karena tertarik dengan gaya dan logika Rocky Gerung. Selain itu, kehadirannya juga sekaligus untuk menjaga aset kampus ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Sehingga kami datang untuk ikut kuliah umum, juga berjaga aset kampus kami jangan sampai ada yang merusak. Sesuai instruksi kampus,” ujarnya.
(glamor.id/suaraislam)

Bagikan: