Kicauan Fahri Hamzah Soal "Kafir" adalah Cara Allah Agar Kita Semakin Semangat Belajar Melawan Kebodohan

Kicauan Fahri Hamzah Soal "Kafir" adalah Cara Allah Agar Kita Semakin Semangat Belajar Melawan Kebodohan

Tribunsantri.com - Banyak teman saya yang kurang sependapat dengan ketidaksependapatnya politisi PKS Fahri Hamzah terhadap keputusan Munas NU tentang usulan NU agar tidak ada penyebutan kafir dalam konstitusi kita terhadap orang non Muslim.

Sama halnya, juga banyak teman saya yang kurang sependapat dengan pusi Fadli Zon yang isinya mengkritisi doa mbah Maimun Zubair beberapa waktu lalu.

Baca juga : Ini Penjelasan atas Kontroversi Tiada Orang Kafir di Indonesia

Saya memilih berpikir jernih saja. Inilah mungkin cara Allah agar kita lebih semangat lagi untuk belajar. Dengan cara Fahri Hamzah berkultwit panjang lebar, kita bisa lebi semangat lagi belajar dan membuka kitab lebih banyak agar lebih menguasai konten, bukan untuk mematahkan argumen wakil rakyat itu, tapi agar kita dijauhkan dari kebodohan.

Juga, mungkin inilah cara Allah untuk memperkuat keimanan kita agar benar-benar menjadi muslim yang sabar, dan lebih mencintai para pemilik ilmu. Dengan cara Fadli Zon membuat puisi doa yang tertukar itu, kesabaran kita semakin baik dan kecintaan kita terhadap para pemilik ilmu semakin tinggi.

Baca juga : Munas NU: Status Non Muslim Tetap Kafir, Namun Jangan Panggil Mereka 'Kafir'

Kita tentu masih ingat pelajaran di pesantren, bahwa untuk mendapatkan surga, seorang muslim harus melewati neraka terlebih dahulu. Dan itulah cobaan yang Allah berikan untuk setiap orang yang beriman. Makanya, surga itu dibuat persis di samping neraka. 

Dua wakil rakyat ini adalah cara Allah menyayangi kita, akan berhasil melewati, atau justru kita akan terjerumus. Akan lebih semangat belajar dan bersabar, atau justru akan ikut nyinyir...?






[Muhtadin AR]

Bagikan: